Neville Harapkan Dukungan Suporter

medium_299c3c6d8f18cf4fe7accfc7d2acd7d1

bolaini.com – Pelatih Valencia, Gary Neville, cukup puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Barcelona pada semifinal kedua Copa del Rey, Rabu (10/2/2016) atau Kamis dini hari WIB. Dia berharap supoter di Stadion Mestalla akan lebih banyak hadir pada laga akhir pekan melawan Espanyol.

Neville menurunkan sejumlah pemain muda karena dirasa mustahil untuk mengejar defisit 7 gol dari Barcelona lantaran takluk 0-7 di Camp Nou, pekan lalu. Alasan serupa tapi tak sama juga dilakukan Luis Enrique di kubu Barcelona.

Valencia unggul lebih dulu pada menit ke-39 melalui gol Alvaro Negredo. Namun, 6 menit menjelang laga berakhir, tim tamu menyamakan kedudukan lewat gol Wilfrid Kaptoum.

Barcelona pun melangkah ke partai puncak Copa del Rey dengan agregat 8-1 atas Valencia.

“Saya pikir, kami seharusnya pantas menang pada laga ini,” kata Neville seusai pertandingan seperti dilansir dari situs resmi Valencia.

Dilihat dari statistik, kedua tim sama-sama melepaskan 11 tembakan. Namun, jumlah tembakan tepat Los Che lebih banyak, 5 berbanding 4.

“Hal positif dari laga ini adalah performa para pemain muda. Mereka bermain dengan kebanggaan,” ucap pelatih yang belum pernah sekali pun meraih kemenangan pada pertandingan La Liga ini.

Hasil imbang melawan Barcelona ini akan menjadi modal Neville menghadapi pertandingan Divisi Primera La Liga pada akhir pekan melawan tim asal Catalan lain, Espanyol.

“Saya memilih sejumlah pemain muda pada laga ini agar para pemain utama bisa tampil lebih bugar pada pertandingan Sabtu,” tutur Neville.

“Saya juga berterima kasih atas dukungan suporter. Saya berharap Mestalla akan penuh pada laga Sabtu ini. Kami butuh lebih banyak suporter untuk laga tersebut,” ujarnya lagi.

Neville memang tengah mendapat sorotan dari suporter. Lantaran belum pernah menang di La Liga, sejumlah pendukung Valencia sudah antipati dan menilai kiprah Neville di tim tersebut telah tamat.

Namun, Neville masih yakin posisinya sebagai pelatih akan aman. Langkah pertama dia adalah mencoba meraih kemenanan pertama pada laga Espanyol.

Akhir Pekan Ini, Ranieri Cuma Ingin Saksikan Satu ‘Big Match’

medium_eca7b57dc2322c31badf38355d42e744

bolaini.com – Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, ingin menyaksikan empat Big Match dalam minggu ini secara bersamaan. Namun, dia memilih satu partai terbaik untuk ditonton, laga apakah itu?

Eks manajer Chelsea ini mengatakan tidak ada tim di Eropa yang lebih suka dia lihat permainannya daripada Leicester.

Selain laga hebat Premier League yang mempertemukan Arsenal dan Leicester di Stadion Emirates pada Minggu (14/2/2016), ada tiga duel menarik lainnya.

Di Inggris, masih ada pertempuran antara Manchester City dan Tottenham Hostpur, sedangkan di Italia ada bentrokan antara Juventus dan Napoli, serta Fiorentina menghadapi Inter Milan.

“Jika memungkinkan, saya ingin menyaksikan keempat laga itu, karena mereka bermain dengan indah,” kata Ranieri dalam laman The Mirror.

“Akan tetapi, jika saya harus memilih satu, saya akan menunjuk tim yang saya latih, Leicester. Tim ini bermain penuh dengan kecepatan, talenta, dan gairah,” ucap dia lagi.

Juru taktik berambut putih itu menambahkan, “Saat ini, Leicester memainkan sepak bola yang membuat kota kami memiliki impian.”

Dalam pertemuan pertama kedua tim pada September 2015 di Stadion King Power, Arsenal mampu membantai Jamie Vardy dkk dengan skor 5-2. Dua gol Vardy tertutup oleh hat-trick Alexis Sanchez serta gol dari Theo Walcott dan Olivier Giroud.

Hasil tersebut merupakan satu dari dua kekalahan pasukan Ranieri pada ajang Premier League 2015-2016. Satu lagi, mereka takluk di tangan Liverpool.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, Arsenal adalah tim hebat,” ujar pria berusia 64 tahun itu.

“Dengan kualitas yang dimiliki, Arsenal dapat mencetak gol kapan saja ketika melawan Anda,” tutur dia.

Saat ini, The Foxes memuncaki klasemen Premier League dengan koleksi 53 poin. Mereka unggul lima angka dari duo London, Tottenham dan Arsenal.

Manajemen Liverpool Minta Maaf dan Batalkan Kenaikan Harga Tiket

medium_e44b4cb13f0e50f53e84c0013a6f26d0

bolaini.com – Pemegang saham terbesar Liverpool, Fenway Sports Group (FSG), melayangkan permintaan maaf secara terbuka kepada para suporter, terkait rencana kenaikan harga tiket pertandingan pada musim depan.

Sebelumnya, Manajemen Liverpool berencana memberlakukan harga tiket pertandingan yang baru. Untuk kategori tiket tertinggi, dari yang semula 59 poundsterling menjadi 77 poundsterling (sekitar Rp 1,5 juta).

Manajemen juga berencana untuk menaikkan harga tiket musiman menjadi 1.000 poundsterling.

Alhasil, sekitar 10.000 pendukung Liverpool sempat melakukan aksi protes dengan keluar dari Stadion Anfield, pada menit ke-77 laga kontra Sunderland, Sabtu (6/2/2016).

Aksi protes itu rupanya membuahkan hasil. Manajemen Liverpool pun memutuskan untuk merubah kebijakannya soal harga tiket.

Melalui surat yang ditandatangani oleh tiga pimpinan FSG, John W Henry, Tom Werner, dan Mike Gordon, pihak manajemen klub meminta maaf kepada para suporter The Reds.

“Sepekan ini penuh dengan gejolak. Atas nama semua orang di Fenway Sports Group dan Liverpool FC, kami ingin meminta maaf atas kegelisahan yang disebabkan karena rencana harga tiket kami untuk musim 2016-2017,” demikian pernyataan yang dikutip dari situs resmi Liverpool, Selasa (10/2/2016) petang waktu setempat.

“Kami bertiga telah terganggu atas persepsi bahwa kami tak peduli dengan pendukung kami, dan bersikap serakah demi meraup keuntungan pribadi.”

Dengan demikian, tiket yang rencananya naik menjadi 77 poundsterling, akan tetap berada pada harga 59 poundsterling (Rp 1,1 juta). Adapun harga tiket termurah juga akan tetap seharga 9 poundsterling (Rp 176.000).

Demikian pula dengan tiket musiman. Harga untuk tiket seluruh partai kandang tersebut akan berada pada kisaran 685-869 poundsterling.

Willian: Terry Tak Mungkin Bertahan di Chelsea!

medium_db5d7909ecdd494491d51ac9719dbb42

bolaini.com – Petualangan John Terry bersama Chelsea tampaknya akan segera berakhir. Hal itu tergambar dari pernyataan mengejutkan rekan setim Terry, Willian.

Pada akhir Januari lalu, Terry memang sempat mengonfirmasi bahwa dirinya bakal meninggalkan Chelsea, menyusul kontraknya yang akan berakhir pada akhir musim nanti.

Hal itu masih menjadi perdebatan sejumlah pihak karena dikabarkan Chelsea dan Terry masih bernegosiasi untuk pembaruan masa kerja. Salah satu yang berpendapat demikian adalah legenda Chelsea, Marcel Desailly.

Baca juga: Terungkap, Terry Masih Negosiasikan Kontraknya di Chelsea

Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan Willian. Gelandang asal Brasil itu mengungkapkan bahwa Terry sudah memasuki masa akhir kariernya, sehingga besar kemungkinan sang kapten hengkang dari Stamford Bridge.

“Saya pikir dia masih ingin tinggal bersama kami, tetapi tampaknya dia tak mampu untuk tetap menjadi pemain Chelsea,” ujar Willian seperti dikutip dari The Telegraph, Rabu (11/2/2016).

“Klub tidak akan mungkin memperbarui kontraknya. Saya hanya berharap yang terbaik untuk sisa kariernya,” tutur pemain berusia 27 tahun itu.

Sebenarnya performa Terry musim ini masih tergolong cukup baik. Dari 20 laga Premier League, bek berusia 35 tahun itu menjalani seluruhnya sebagai starter.

 

“Dia salah satu pemain terbesar dalam sejarah Chelsea dan telah memenangkan segalanya untuk klub ini,” kata Willian.

“Saya bersyukur karena memiliki kesempatan bermain bersamanya. Banyak hal yang saya pelajari dari Terry,” ucap dia.

Selama memperkuat Chelsea, Terry telah mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, di antaranya empat titel Premier League, lima Piala FA, satu gelar Liga Champions, dan satu gelar Liga Europa.

 

Brisbane Roar Kontrak Talenta Berbakat Sepak Bola Australia

medium_8693c15a865adad892213f877e7b26d7

bolaini.com – Brisbane Roar FC mengumumkan penandatanganan kontrak senior Hyundai A-League dengan penyerang berbakat dan pemain timnas Australia U-23, Brandon Borrello.

Borrello, yang merupakan jebolan Roar Youth, menandatangani kontrak selama dua tahun. Pemain berusia 20 tahun itu telah tampil 49 kali untuk klub di seluruh kompetisi dengan pencapaian 11 gol.

Borrello disiapkan sebagai starter Roar saat bertemu Newcastle Jets di Stadion Suncorp, Jumat (12/2/2016).

“Hal ini sangat menggembirakan bagi saya dan keluarga untuk menandatangani kontrak profesional pertama saya,” ucap Borrello.

“Sangat menyenangkan saya dapat berkembang dan berkarier lebih baik di sini,” kata Borrello.

Pelatih Roar, John Aloisi, mengatakan bahwa penandatanganan Borrello merupakan bagian penting dari rencana jangka panjangnya di klub.

“Saya sungguh gembira memiliki pemain muda menjanjikan dan berbakat seperti Brandon dan sangat baik mengetahui dia akan menjadi bagian bagi klub selama dua tahun,” ucap Aloisi.

Marchisio: Jangan Lupa kalau Pogba Masih Anak-anak!

medium_c2e505db90624e945bdd17ba79c8daa7

bolaini.com – Gelandang Juventus, Claudio Marchisio, mengingatkan kalau ekspektasi kepada Paul Pogba (22) harus disesuaikan dengan usia sang pemain.

Pogba menggebrak Serie A dalam empat tahun setelah datang dari Manchester United.

Sang pemain bahkan masuk ke Tim Terbaik 2015 setelah aksi-aksinya membawa Juventus ke final Liga Champions. Ia adalah satu-satunya pemain Bianconeri yang terpilih ke dalam tim terbaik bentukan UEFA tersebut.

Penampilannya kurang lebih konsisten baik di bawah pelatih Antonio Conte atau Massimiliano Allegri.

Ia hanya sempat kelimpungan kala dipaksakan turun sebagai “nomor 10″ pada awal musim ini saat seluruh skuat Juventus juga masih mencari bentuk setelah Arturo Vidal dan Andrea Pirlo pergi pada musim panas.

Setelah kembali menemukan permainan terbaik, ia masuk daftar lima pemain Serie A dengan rating terbagus musim ini menurut data dari Whoscored.

Tak heran apabila sang gelandang diisukan menjadi target musim panas raksasa Spanyol, Barcelona.

Akan tetapi, gelandang tangguh Juve, Claudio Marchisio, mengutarakan agar ekspektasi publik terhadap Pogba patut diredam.

“Pogba? Ia fenomenal, tapi sang pemain masih anak-anak. Ia perlu ruang berkembang,” ujar Marchisio kepada So Foot.

Menurutnya, sang gelandang jangan terlalu cepat melebarkan sayap karier karena karakter klub dapat membantu sang gelandang menjadi pemain lebih bagus lagi.

“Saya berharap ia akan bersama kami untuk waktu lama karena kami bisa berkembang bersama,” lanjutnya.

Pogba pun masih sering membuat berita di luar lapangan dengan pilihan warna rambut unik dan kecintaannya pada “Dab”.

Terakhir, ia bahkan membuat corak bola Pokemon di sisi kepalanya.

Antarkan Bayern ke Semifinal DFB Pokal, Inilah Komentar Guardiola

medium_1c141db7f7c5004f21867e97605c0313

bolaini.com – Pelatih Bayern Muenchen, Josep Guardiola, memuji penampilan timnya saat menekuk Bochum 3-0, pada babak perempat final DFB Pokal, di Stadion Rewir Power, Rabu (10/3/2016) waktu setempat.

Tiga gol FC Hollywood pada laga itu diciptakan oleh Robert Lewandowski (39′ dan 90′) dan Thiago Alcantara (61′).

Laga tersebut juga sempat diwarnai oleh kartu merah yang diterima oleh bek Bochum, Jan Simunek, pada menit ke- 42. Simunek diusir setelah melakukan pelanggaran terhadap Arjen Robben di kotak terlarang.

Namun, sayangnya Thomas Mueller yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Bola tendangannya sukses diantisipasi oleh kiper Bochum, Manuel Riemann.

Dengan kemenangan tersebut, pasukan Guardiola pun berhasil melaju ke babak semifinal DFB Pokal. Laga semifinal akan digelar pada 19-20 April 2016.

Pengundian semifinal pun telah dilakukan. Bayern dijadwalkan melawan Werder Bremen. Adapun semifinal lainnya akan mempertemukan antara Hertha Berlin dan Borussia Dortmund.

“Kami jelas senang bisa lolos ke semifinal. Saya ucapkan selamat kepada tim saya,” ujar Guardiola seusai laga, seperti dikutip dari situs resmi Bayern.

“Setelah kejadian penalti dan kartu merah, kami mampu mengontrol pertandingan lebih baik pada babak kedua,” lanjut pria berusia 45 tahun itu.

Meskipun Bayern menang secara meyakinkan, Guardiola tetap melayangkan sanjungan untuk Bochum, yang notabene merupakan klub penghuni kompetisi kasta kedua Jerman.

“Kami tahu bahwa pertandingan tadi berjalan sulit. Hingga terciptanya gol pertama, Bochum bermain sangat baik dan membuat kami kesulitan,” tuturnya.

Sepanjang karier kepelatihannya bersama Bayern, Guardiola baru satu kali meraih DFB Pokal, yakni pada 2014. Kala itu, pada laga pamungkas, Bayern mengalahkan Dortmund melalui babak tambahan dengan kedudukan 2-0.

Menjuarai DFB Pokal bisa menjadi kado perpisahan yang manis dari Guardiola untuk Bayern. Sebab, mulai musim depan, Guardiola dipastikan menangani Manchester City.

Enrique Tak Peduli soal Pemecahan Rekor Guardiola

medium_df1207e99cd317bf4ac2e45b68625fbd

bolaini.com – Pelatih Barcelona, Luis Enrique, puas timnya melaju ke final Copa del Rey. Dia pun tak terlalu peduli dengan rekor 29 kali tanpa kalah timnya yang mempertajam rekor milik Pep Guardiola.

Pada laga ke-29, Barcelona bermain imbang 1-1 melawan Valencia pada semifinal kedua Copa del Rey di Stadion Mestalla, Rabu (10/2/2016) atau Kamis dini hari WIB.

Valencia sempat unggul lebih dulu melalui Alvaro Negredo pada menit ke-39. Namun, pemain muda Barcelona, Wilfrid Kaptoum, bisa menjaga rekor tanpa kalah timnya berkat gol penyama kedudukan pada menit ke-84.

Barcelona melenggang ke final Copa del Rey dengan agregat 8-1 dan akan menunggu pemenang antara Celta Vigo dan Sevilla. Enrique juga berhasil mempertajam rekor 28 laga tanpa kalah Guardiola pada musim 2010-11.

“Tim ini memang sangat komplet. Saya memasukkan beberapa pemain muda dan mencoba beberapa pemain di posisi berbeda. Itu ternyata berjalan baik,” kata Enrique seperti dilansir dari situs resmi klub.

“Rekor hanyalah angka. Namun, kami berharap angka-angka itu akan cukup bagi kami untuk meraih sejumlah gelar,” tutur mantan pelatih Celta Vigo dan AS Roma itu.

Enrique juga menatap laga final yang akan dilangsungkan pada 21 Mei mendatang. Dia berharap perjuangan keras para pemainnya bisa terbayar pada akhir musim nanti.

Hingga pertandingan melawan Valencia, Barcelona sudah melalui 29 laga tanpa kalah, dengan rincian 23 kemenangan dan 6 hasil imbang.

Alami Kecacatan, Petugas Keamanan Ini Kembali Tuntut Barca

sofia-bessayah-ist_73dd605

bolaini.com – Sebagian penggemar sepakbola dunia mungkin masih ingat dengan Sofia Bessayah. Sosok berusia 35 tahun ini merupakan petugas keamanan yang bertugas di laga semifinal Liga Champions antara Barcelona dan Inter Milan di 2010 silam.

Naas, kala itu salah satu tifosi Nerazzuri berulah dan melemparkan flare ke dalam lapangan dan mengenai kaki Sofia. Ia lantas mengalami cedera dan usai serangkaian proses operasi, sang petugas keamanan kini mendapati kakinya tak bisa lagi digerakkan seperti semula.

Pada 2014, Sofia sempat disebut mengajukan tuntutan pada UEFA dan Barcelona, yang ia anggap cuci tangan atas kasus yang menimpa dirinya. Selain itu, hingga kini masih belum ada usaha investigasi untuk mengetahui siapa sebenarnya sosok suporter yang bersalah dalam insiden ini.

Kini, menurut laporan yang diturunkan oleh Sport, Sofia kembali mencoba menuntut keadilan. Kali ini ia mencoba menggunakan laman petis online, Change.org dan menuntut Barcelona, UEFA, serta sejumlah perusahaan asuransi membayar atas penderitaan yang ia alami.

Disebutkan bahwa pada 2014 silam, Sofia menuntut uang kompensasi senilai 510.762 euro dan usai sepekan diunggah, petisi ini disebut sudah mendapatkan 75.000 tanda tangan.

Eks Madrid Beri Kritik Pedas pada Skuat Los Galacticos

2_2a7d2f2

bolaini.com – Mantan pemain Real Madrid, Manolo Sanchis, belum lama ini memberikan kritik pedas pada para pemain bintang yang tengah memperkuat skuat inti Los Blancos.

Dalam wawancara yang ia lakukan dengan Marca, sang mantan bek percaya bahwa Real Madrid kini tak lagi menunjukkan level permainan seperti yang dikenal oleh publik sebelumnya.

“Kadang, saya berpikir bahwa tuntutan yang ada di Madrid kini tak sama seperti sebelumnya,” tutur Sanchis.

“Kita tidak bisa melihat versi kompetitif dari Madrid dan demikian halnya ketika mereka bermain di laga-laga besar dan penting. Kenyataannya, jumlah gelar yang kita raih dalam beberapa tahun terakhir tak terlalu bagus dan amat jauh jika dibandingkan dengan rival lainnya.”

“Cristiano, Bale, dan Benzema akan bisa meningkatkan kualitas dan keseimbangan tim jika mereka lebih banyak memberikan kontribusi dalam merebut bola dan membantu tim bertahan.”

1 2 3 196