Atletico Jawab Rumor Pulangkan Falcao

017458400_1439301738-falcao

bolaini.com – Presiden Atletico Madrid Enrique Cerezo membantah timnya akan merekrut kembali Radamel Falcao. Cerezo menegaskan, Atletico tidak melakukan komunikasi dengan bomber asal Kolombia tersebut.

Falcao pernah membela Atletico pada 2011-2013. Dalam kurun waktu tersebut, Falcao sangat produktif. Ia melesakkan 70 gol dalam 91 penampilan.

Ia kemudian dijual ke AS Monaco. Tak kuat membayar gaji besar Falcao, Monaco meminjamkan eks pemain Porto tersebut ke Manchester United dan Chelsea.

Bersama dua klub Inggris ini, karier Falcao redup. Jam terbang dan produktivitas golnya rendah. Ia juga sering cedera. Beredar rumor Atletico ingin kembali merekrut Falcao. Namun, hal ini dibantah sang presiden.

“Kami selalu berusaha untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik,” kata Cerezo kepada Cope.

Falcao adalah teman baik, seorang pemain bagus dan kami mengharapkan yang terbaik untuknya. Akan tetapi kami tidak mendekatinya. Jika kami memerlukan pemain baru di musim panas, kami akan mencari mereka,” Cerezo menambahkan.

Atletico sendiri melepas Jackson Martinez di bursa transfer Januari lalu. Los Rojiblancos belum mendatangkan striker baru sebagai penggantinya.

 

Legenda Arsenal Tertawakan Peluang Juara Tottenham

030641000_1453380667-Klub_Terkaya_13

bolaini.com – Legenda Arsenal Sol Campbell meragukan peluang juara Tottenham Hotspur. Di mata Campbell, Tottenham tak memiliki pemain bermental juara.

Tottenham yang kini dilatih Mauricio Pochettino hanya terpaut lima poin dari Leicester City di puncak klasemen. Tim berjuluk The Lilywhites tersebut juga berhasil menyalip The Gunners di klasemen usai mengalahkan Norwich City 3-0.

“Tottenham belakangan sangat mengesankan, tapi saya pikir sama seperti Leicester, pengalaman di bawah tekanan bisa menjadi kunci untuk sukses,” kata Campbell kepada Sport Lobster.

“Delapan sampai 10 pertandingan terakhir musim ini adalah saat dimana Anda benar-benar mencari tahu siapa diri Anda sebagai pemain, tim dan klub secara keseluruhan. Saat ini Tottenham fantastis dan mereka telah memberikan diri mereka kesempatan untuk memenangkan Liga Premier, tetapi mereka tidak memiliki banyak mental juara dalam tim.”

Campbell mengakui, Tottenham memiliki banyak pemain muda berbakat. Namun, mereka tidak memiliki pemain dengan pengalaman pernah menjuarai Liga Primer. Dan ini penting ketika Tottenham berada dalam tekanan di akhir musim.

“Leicester juga sama seperti Tottenham. Sebagai klub mereka telah memasuki wilayah yang tidak dikenal dan akan menarik untuk melihat apakah mereka bisa tetap di atas sampai akhir musim,” Campbell mengkhiri.

Depay Berpotensi Jadi Winger Terbaik Dunia

096876700_1447234363-depay_5

bolaini.com – Mantan pemain Manchester United (MU) Andrei Kanchelskis menilai Memphis Depay punya kemampuan spesial dan bisa jadi winger terbaik di dunia.

MU mendatangkan Depay dari PSV Eindhoven pada awal musim ini. Sempat tampil impresif di awal kompetisi, Depay kini kehilangan posisi di tim utama. Ia kalah bersaing dengan Juan Mata, Jesse Lingard, dan Anthony Martial.

Kanchelskis yang merupakan mantan winger MU percaya Depay memiliki kemampuan untuk membungkam segala kritikan yang ditujukan kepadanya.

“Depay pemain yang sangat bagus,” kata Kanchelskis yang menyumbangkan dua gelar Liga Inggris serta Piala FA dan Piala Liga kepada Setan Merah.

“Dia winger terampil dengan kemampuan umpan silang yang bagus. Ia juga sangat baik mengganti kecepatannya.”

Depay memiliki potensi untuk menjadi pemain sayap terbaik di dunia,” ucap Kanchelskis kepada 888Sport.com.

Depay telah membela MU dalam 23 pertandingan musim ini. Pemain 21 tahun itu menyumbangkan lima assist.

 

Ranieri: Saya Tak Mau Ikuti Langkah Obama

046812200_1451720037-2015-12-29T203444Z_94422884_MT1ACI14234413_RTRMADP_3_SOCCER-ENGLAND-LEI-MCI

bolaini.com – – Claudio Ranieri masih enggan berbicara tentang peluang juara timnya musim ini. Manajer Leicester City itu menilai finis di posisi empat besar sudah cukup untuknya.

Saat ini Leicester menjadi pemuncak klasemen Liga Inggris. The Foxes mengumpulkan 50 poin dari 24 laga.

Peluang untuk juara semakin besar jika mereka menang dalam laga akhir pekan ini. Pasalnya Jamie Vardy dan kawan-kawan bakal bertemu salah satu penantang juara, Manchester City.

“Saya sebenarnya ingin bilang ‘Ya kami bisa!’ seperti Barrack Obama dalam kampanyenya. Namun saya tidak bisa dan sangat sulit mengatakan hal tersebut,” kata Ranieri seperti dilansir Mirror.

“Rasanya lebih baik untuk Anda (jurnalis) jika saya terus menjaga ketegangan ini,” ujar manajer asal Italia itu tersenyum.

Dia juga menyebut tiga raksasa Liga Inggris yakni Manchester City, Tottenham Hotspur dan Arsenal punya peluang juara yang lebih baik.

“Kami underdogs, jadi jika kami lolos ke Liga Champions musim depan rasanya sudah luar biasa. Yang jelas kami harus tenang dan fans tidak boleh berhenti bermimpi,” kata Ranieri.

Valdes Tak Lagi Dendam pada Van Gaal

063933800_1454636777-000_DV2043967

bolaini.com – Victor Valdes ternyata sudah tak lagi menyimpan dendam pada Louis van Gaal. Bahkan eks kiper Manchester United (MU) itu menyebut van Gaal sebagai salah satu orang yang berperan besar dalam kariernya.

Padahal selama di MU, Valdes seperti ‘dibuang’ oleh van Gaal. Ia dilarang bermain dan berlatih bersama tim utama setelah tur pramusim, Juli tahun lalu.

Bahkan Valdes sempat dipaksa untuk berlatih sendiri selama sebulan penuh sebelum akhirnya dipinjamkan ke klub Belgia, Standard Liege pada bursa transfer musim dingin kemarin.

“Saya tidak punya masalah apapun dengan van Gaal. Dia yang menemukan saya pada usia 20 tahun dan satu-satunya pelatih yang inginkan saya ke tim utama,” kata Valdes seperti dilansir Mirror.

“Setelah cedera lutut parah, dia juga menjadi pelatih yang mengajak saya ke MU. Saya berterima kasih padanya dan takkan melupakannya,” kata kiper asal Spanyol itu menambahkan.

Valdes sudah dua kali membela Standard. Hebatnya dalam dua laga itu ia baru kebobolan satu kali dan membawa timnya lolos ke final Piala Belgia.

“Saya punya dua pilihan, bertahan di MU dan tidak bermain atau pindah ke Standard untuk menikmati sepak bola. Tentu saja saya pilih yang kedua, dan sangat bahagia sekarang,” kata Valdes.

Guardiola Latih City, Peluang Mourinho ke MU Terbuka Lebar

041776400_1451102643-000_Nic6512221

bolaini.com –

Liputan6.com, Manchester- Kabar bergabungnya Jose Mourinho sebagai manajer Manchester United (MU) semakin santer terdengar sejak kepastian Josep Guardiola menangani Manchester City. Mou kabarnya akan pindah ke MU untuk kembali bertarung dengan Pep.
Reporter Sky Sport Italia Alessandro Alciato mengklaim Mourinho tidak lama lagi akan mencapai kesepakatan dengan MU. Yang belum jelas hanya kapan Mourinho mulai bergabung dengan Red Devils. Bisa dalam waktu dekat atau mulai musim panas 2016 sama seperti Guardiola.

Negosiasi antara Mourinho dengan MU masih terus berlangsung. Kabarnya pembicaraan antara kedua belah pihak berjalan dengan sangat baik.

“Mourinho-MU: Kesepakatan sangat dekat. Ini derby dengan City-Guardiola,” kicau Alciato.

Mourinho sudah sejak akhir tahun 2015 dikaitkan dengan MU. Pria Portugal itu digadang-gadang merupakan kandidat terkuat manajer MU selanjutnya bila Louis van Gaal dipecat.

Posisi Van Gaal memang tidak aman. Pasalnya penampilan MU tidak konsisten musim ini. Mereka sudah tersingkir dari Liga Champions dan terlempar dari empat besar klasemen Liga Inggris.

 

MU Siap Jadikan Neymar Pemain Termahal

019952400_1454558031-20160204-Sidang-Spanyol-Neymar-AFP7

bolaini.com – Manchester United (MU) pantang menyerah dalam memburu penyerang Barcelona Neymar. MU akan berusaha memboyong Neymar pada bursa transfer musim panas nanti.

The Sun mengklaim manajemen MU sangat ingin Neymar bergabung ke Old Trafford. The Red Devils siap memberikan penawaran mewah untuk Barcelona agar Neymar dibolehkan pindah.

MU rela merogoh kocek hingga 144 juta pound. Andai Barcelona menerima pinangan MU ini maka Neymar akan memecahkan rekor transfer termahal di dunia atas nama Gareth bale.

Kehadiran Neymar sangat dibutuhkan MU untuk mempertajam daya gedor tim. Saat ini Setan Merah praktis cuma memiliki dua striker yakni Wayne Rooney dan Anthony Martial.

MU sudah berusaha membeli Neymar tahun 2015 lalu. Namun ketika itu usaha klub milik keluarga Glazer menemui kegagalan.

Performa ciamik Neymar musim ini membuat manajemen MU makin kepincut dan berani membayar mahal demi memiliki pemuda Brasil itu.

Neymar baru saja terpilih masuk tiga besar Pemain Terbaik Dunia 2015. Musim ini Neymar menjadi motor serangan Barcelona. Jumlah gol Neymar di La Liga musim ini jauh lebih banyak ketimbang Lionel Messi.

Pindah ke Tiongkok, Yaya Bakal Kalahkan Gaji Messi dan CR7

046360600_1423295181-hi-res-ccd3f3435ee80db91f0b32dc87c80d94_crop_north

bolaini.com – Klub-klub Tiongkok terus melakukan gebrakan di awal tahun 2016 ini. Giliran gelandang Manchester CIty Yaya Toure yang dirayu pindah ke Liga Tiongkok. Yaya diiming-imingi gaji selangit.

The Telegraph mengklaim Yaya bakal menerima bayaran 30 juta pound per tahun setelah pajak jika bersedia main di Liga Tiongkok. Itu artinya dalam sepekan, pria Pantai Gading itu bakal memperoleh 576.923 pound.

Bayaran yang akan diterima Yaya di Tiongkok ini dua kali lipat dari yang diberikan City saat ini senilai 240.000 pound per pekan.

Yaya mungkin saja akan tergiur dengan tawaran dari klub Liga Tiongkok yang tak disebutkan identitasnya itu. Pasalnya Yaya nantinya akan menjadi pesepakbola dengan bayaran termahal di dunia.

Lionel Messi saja saat ini memperoleh gaji 256.000 pound setiap pekan, sedangkan Cristiano Ronaldo dibayar Real Madrid 288.000 pound per pekan.

Bila tergiur dengan tawaran tersebut, mantan pemain barcelona itu bisa pindah di bulan Februari ini. Bursa transfer di Asia masih dibuka hingga 26 Februari mendatang.

Posisi Yaya di City sedang terancam. Kehadiran manajer baru Josep Guardiola mulai musim depan bisa membuatnya tersingkir. Guardiola sebelumnya pernah mendepak Yaya saat melatih Barcelona.

Kabar kedatangan Guardiola ini memperbesar peluang Yaya menerima tawaran main di Liga Tiongkok.

Milan Vs Inter: Koreo Curva Sud Menyisakan Cerita

048886800_1454503351-2016-01-31T202137Z_633405575_GF10000291286_RTRMADP_3_SOCCER-ITALY

bolaini.com – Mantan pesepakbola Inggris, Mark Hateley berterimakasih pada suporter AC Milan atau milanisti dalam laga Derby della Madonnina melawan Inter Milan pada Senin (1/2/2016) dinihari. Pada pertandingan tersebut, milanisti di tribun selatan Stadion San Siro membuat koreografi dengan lukisan raksasa bergambar dirinya.

Meski tak bersinar ketika membela Milan pada era 1980-an, milanisti fanatik di tribun selatan, yang dikenal sebagai ultras Curva Sud Milano ingat pada gol indah Hateley ke gawang Inter pada 1984. Rossoneri menang 3-0 dan sang pemain ikut mencetak gol kemenangan tersebut.

“Koreografi yang menyentuh dan saya hampir terkejut. Luar biasa bahwa lebih dari 30 tahun yang lalu, orang-orang masih ingat gol itu,” tutur Hateley kepada MilanNews, dilansir dari Football-Italia, Rabu (3/2/2016) malam.

Saat ini Hateley bekerja sebagai pengamat sepak bola di stasiun televisi BeIn Sports. Dia mengisahkan dirinya sedang menonton tayangan pra-pertandingan lain di studio dan terkejut melihat gambar tersebut.

“Sungguh hebat melihat wajah saya mewakilkan koreografi itu. Kolega-kolega saya terus berbicara dan menonton pertandingan ketika saya sendiri tengah kebingungan karena tidak melihat gambar itu. Saat sadar itu adalah saya, mereka mulai membicarakan golnya,” kata pria yang dulu berposisi sebagai penyerang tengah ini antusias.

Milan Vs Inter: Koreo Curva Sud Menyisakan Cerita

Kedatangan Hateley ke Milan bukan sebagai pemain bintang. Pada 1984 Milan tengah bangkit usai skandal pengaturan pertandingan empat musim sebelumnya, yang dikenal dengan sebutan Totonero 1980 yang membuat Rossoneri dihukum terdegradasi ke Serie B.

Hateley hanya tampil 66 kali dan mencetak 17 gol dalam tiga tahun (1984-1987). “Terima kasih banyak Curva Sud dan siapapun yang punya ide ini,” kata Hateley, yang akhirnya tahu skor kemenangan Milan sama persis dengan yang dirayakannya 32 tahun silam.

“Gol itu punya peran besar dalam karier saya dan saya ingat seperti apa kemenangan hari ini. Umpan silang dari Virdis, melepaskan diri dari Collovati dan lompatan dari Zenga,” katanya.

“Itu sukacita yang indah bagi kami dan terutama bagi para fans setelah bertahun-tahun tidak bahagia,” Hateley mengakhiri.

AC Milan dan Inter Milan Kompak Petik 3 Poin

050416700_1454541280-Eder_Vs_Icardi

bolaini.com – Dua tim kota Milan: AC Milan dan Inter Milan kompak. Mereka sama-sama memetik kemenangan atas lawan masing-masing di pekan ke-23 Liga Italia, Kamis (4/2/2016).

InterMilan yang di pertandingan sebelumnya kalah dari ACMilan, menjamu Chievo Verona di Giusseppe Meazza. Sementara itu, ACMilan harus bertandang ke Stadion Renzo Barbera untuk meladeni tantangan tuan rumah,Palermo.

Pelatih Inter, Roberto Mancini menurunkan formasi menyerang 4-3-3 demi memburu gol. Trio lini depan diisi Mauro Icardi, Rodrigo Palacio, dan striker anyar Inter, Eder.

Berkat formasi itu, Inter memang tampil agresif. Namun gol bagi Nerrazurri -julukan Inter- baru lahir di babak kedua.

Mauro Icardi mencetak gol di menit 48 setelah memanfaatkan tembakan Miranda, yang berubah menjadi umpan. 1-0 untuk Inter.

Selepas gol tersebut, Inter terus mendominasi serangan. Sayangnya, pertahanan Chievo yang berlapis membuat mereka gagal menambah gol.

Inter pun harus puas dengan kemenangan tipis 1-0. Tiga poin yang diraih Inter membuat mereka sementara aman di posisi 4 dengan koleksi 44 poin.

Susunan pemain:

Inter: Handanovic; Telles, Murillo, Miranda, Nagatomo; Kondogbia, Medel, Brozovic; Eder, Icardi, Palacio.

Chievo: Seculin; Frey, Spolli, Cesar, Gobbi; Pinzi, Radovanovic, Rigoni, Birsa; Pelissier, Inglese.

Di saat yang sama, AC Milan melanjutkan tren positif mereka dengan menaklukkan Palermo 2-0. Duet striker Milan: Carlos Bacca dan Mbaye Niang kembali menjadi aktor utama kemenangan Rossonerri -julukan Milan.

Bacca mencetak gol di menit 19. Gol itu berawal dari umpan silang Ignazio Bate setelah melakukan tusukan di sisi kanan. Umpan itu dieksekusi sempurna oleh Bacca.

Milan kemudian menambah keunggulan lewat penalti Mbaye Niang di menit 33. Penalti diberikan pada Milan setelah wasit melihat pemain Palermo melakukan handball.

Palermo sebagai tuan rumah bukan tanpa perlawanan. Mereka sempat membuat tempo permainan meningkat di 10 menit akhir babak kedua dengan mencoba menyerang Milan.

Namun tetap saja, gol tak kunjung diraih. Milan pun menang 2-0.

Kemenangan ini membuat Milan perlahan merangsek ke 4 besar klasemen. Saat ini, pasukan Sinisa Mihajlovic mengemas 39 poin dan duduk di tempat ke enam.

Susunan Pemain:

Palermo: Sorrentino; Struna, Goldaniga, Gonzalez, Lazaar; Hiljemark, Jajalo, Chochev; Vazquez, Gilardino, Quaison.

Milan: Donnarumma; Abate, Alex, Romagnoli, Antonelli; Honda, Kucka, Montolivo, Bonaventura; Niang, Bacca.

1 2 3 191