Verona Vs Inter: Momen Tepat Hapus Kritik

001135500_1454586255-IntervsChievo_01

okegool.com – Inter Milan kembali mencoba menembus jajaran teratas klasemen Serie A, Minggu (7/2/2016) ketika bertandang ke Stadion Marc Antonio Bentegodi markas Hellas Verona. Momen tepat menghapus kritik.

La Beneamata kini menempati peringkat 4 klasemen mengemas 44 poin. Sempat memuncaki klasemen hingga meraih Campione de Inferno alias juara paruh musim, posisi Inter mulai melorot digeser para pesaingnya seperti Napoli dan Juventus.

Ketajaman striker Inter, Mauro Icardi mulai menimbulkan tanda tanya. Terlebih, selama Januari 2016 lalu, pemain asal Argentina ini absen mencetak gol. Bahkan, dia gagal mencetak gol dari titik putih ketika melakoni Derby della Madonnina kontra AC Milan.

Padahal, Icardi menjadi mesin gol I Nerrazurri dengan melesakkan 9 gol musim ini. Bahkan, musim lalu Icardi menjadi topskor Serie A mengemas 22 gol.

Terkait performa yang menurun, menurut Icardi faktor keberuntungan tidak memihaknya. “Pekerjaan utama saya mencetak gol. Saya hanya tidak mujur. Tapi itu bukan berarti tiba-tiba merusak pencapaian yang telah saya lakukan di masa lalu,” ujarnya dilansir dari La Gazetta dello Sport.

Icardi sendiri masih mendapat kepercayaan dari Interisti. Dia merasa tidak mendengar siulan dari fans atas performanya yang belum memuaskan. “Orang-orang sangat mencintai saya di sini. Dan mereka menuntut lebih ketika Anda bermain buruk. Ini sudah menjadi hak mereka,” sambungnya.

Terlepas dari kritik yang melanda Inter, toh Icardi menunjukkan kemampuan mencetak gol belum hilang. Hal itu terbukti ketika bomber 22 tahun ini mencetak gol tunggal ketika menang menghadapi Chievo.

“Tetapi terkadang, sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Bila menang, orang menyebut kami bermain jelek. Begitu juga ketika kami kalah, kami lebih diserang.”

Inter punya modal bagus menghadapi pertandingan ini. Inter tidak terkalahkan dalam 13 partai Serie A. Sedangkan, Verona sendiri hanya mampu memetik dua poin dari tangan Inter dalam rentang 34 tahun atau sejak 1982.

Performa Verona di kandang ketika menjamu Inter di kandang juga tidak terlalu menjanjikan. Dalam enam pertandingan terakhir di Marc Antonio Bentegodi, tuan rumah mencetak tiga gol dan 13 kali kebobolan.

Cuplikan Kemenangan Leicester di Markas ManCity

005044600_1454774476-3_000_7P6ZO

okegool.com – Leicester City membuat kejutan di pekan 25 Liga Premier Inggris. Tim besutan Claudio Ranieri ini menang telak 3-1 di kandang Manchester City, Sabtu (6/2/2016) malam WIB.

Main di Etihad Stadium, Leicester sudah bisa unggul pada menit ketiga. Umpan tendangan bebas Riyad Mahrez disambar pemain belakang Robert Huth.

Gol kedua City hadir pada menit ketiga babak kedua. Mahrez meliuk-liuk melewati dua pemain City sebelum memperdaya kiper Joe Hart.

City makin terpuruk setelah Huth melesakkan gol keduanya di laga ini. Pemain asal Jerman ini menanduk sepak pojok Christian Fuchs.

Tuan rumah mendapat gol hiburan tiga menit sebelum bubaran berkat sundulan Sergio Aguero meneruskan umpan Bersant Celina.

Klasemen Liga Inggris: Leicester di Puncak, Spurs Gusur City

068683000_1454775089-6_000_7P7DB

bolaini.comLeicester City semakin memantapkan posisinya di puncak klasemen Liga Premier Inggris. Sabtu (6/2/2016) malam WIB, The Foxes –sebutan Leicester– mempermalukan Manchester City di Etihad Stadium.

Tim besutan Claudio Ranieri itu menang 3-1 atas Manchester City. Tiga gol tim besutan Claudio Ranieri dicetak oleh Robert Huth (dua gol) dan Riyad Mahrez. Satu gol balasan City dicetak Sergio Aguero.

Kemenangan tersebut membuat The Foxes kokoh di posisi teratas klasemen Liga Premier Inggris dengan mengemas 53 poin. Sedangkan Manchester City berada di posisi ketiga dengan raihan 47 poin dari 25 pertandingan.

Kekalahan City dari Leicester dimanfaatkan Tottenham Hotspur untuk berada di posisi kedua. Spurs memetik tiga poin usai menang 1-0 atas Watford di White Hart Lane.

Gol tunggal kemenangan Spurs tercipta pada menit ke-64 berkat Kieran Tripper usai memanfaatkan umpan Bamidele Ali. Hasil itu membuat Spurs berada di posisi runner up dengan mengemas 48 poin.

Berikut klasemen lengkap Liga Premier Inggris:

Keberanian Bermimpi Leicester City dan Kerendahan Hati Ranieri

097221200_1448795122-000_DV2098372

bolaini.com – Tidak seorang pun memperkirakan terhadap apa yang terjadi pada Leicester City musim ini. Leicester City di puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris dengan keunggulan lima poin dari peringkat kedua, Tottenham Hotspur.

Pasar taruhan malah menempatkan Leicester sebagai salah satu kandidat tim yang berpotensi degradasi ke Divisi Championship. Setelah melakoni 25 pertandingan, kini klub berjuluk The Foxes ini malah salah satu favorit juara Liga Inggris.

Namun, manajer Leicester, Claudio Ranieri, mengaku tak percaya kepada pasar taruhan yang menempatkan timnya sebagai favorit. “Pasar taruhan awal musim, Ranieri pelatih yang dipecat pertama,” ujar Ranieri, seperti dilansir ESPN FC.

Kemenangan 3-1 Leicester atas tuan rumah Manchester City, Sabtu (6/2/2016) semakin menguatkan kans mereka menjadi juara. Ranieri sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan bagaimana tim asuhannya mampu memuncaki klasemen sampai Februari.

Apakah tak lama lagi sensasi The Foxes berakhir dan posisinya perlahan turun? Atau malah Leicester City akan menjadi kejutan terhebat dalam sejarah sepak bola Inggris dengan menjuarai Liga Inggris musim ini.

“Musim ini liga berjalan gila,” kata Ranieri sambil menggeleng. “Saya tidak tahu mengapa. Jika kami menang … Saya tidak ingin berpikir tentang hal itu, pikiran saya untuk laga tujuh hari lagi melawan Arsenal. Pertandingan yang sulit, mereka punya pemain dan stadion yang fantastis,” ungkapnya.

“Saya ingin menunggu sampai akhir April, karena saya tahu pertandingan terakhir sangat ketat. Ini momen fantastis bagi Liga Primer Inggris, tidak ada yang tahu siapa yang akan memenangkannya,” ujar pelatih asal Italia ini.

Klub yang identik dengan warna biru ini juga telah membuktikan mereka tidak hanya mengandalkan Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Faktor kekuatan Leicester terletak pada kekompakan mereka di atas lapangan dan semangat tim yang dipuji Ranieri beberapa kali.

Mantan arsitek Chelsea ini juga punya kebiasaan unik jika timnya menang. Ranieri biasa mentraktir anak-anak asuhnya pizza usai memetik tiga poin. Cara ini pula yang membuat Leicester tetap membumi meski menduduki puncak klasemen.

“Kami bermain tanpa tekanan karena kami tidak harus memenangi liga. Kami harus menikmatinya,” tutur pelatih yang dijuluki The Tinkerman.

Ranieri dianggap sosok di balik performa gemilang The Foxes musim ini. Ranieri bukan lagi dikenal sebagai tukang utak-atik taktik, dia menggabungkan spirit khas sepak bola Inggris dan catenaccio ala Italia.

“Semangat yang fantastis. Saya sudah mengatakan ini sejak awal. Ada ruang ganti yang fantastis. Ketika mereka berada di lapangan mereka saling membantu dan berjuang untuk satu sama lain. Ini adalah periode terbaik yang saya ingat dalam karier saya,” ujarnya.

Leicester City dan Ranieri mulai berani bermimpi mengangkat trofi paling bergengsi di Negeri Ratu Elizabeth. Mereka memiliki semuanya untuk bisa melakukannya. Leicester akan berusaha membuktikan, menjadi juara bagi tim seperti mereka bukan hanya ada di dongeng.

Leicester Pagari Jamie Vardy dari Godaan Klub Kaya

014664300_1454471483-1_2016-02-02T220645Z_1881048996_GF10000293707_RTRMADP_3_SOCCER-ENGLAND-LEI-LIV

okegool.com – – Leicester City bergerak cepat mengamankan mesin gol andalannya Jamie Vardy. Pemain nasional Inggris itu mendapat kontrak baru dari Leicester pada Sabtu (6/2/2016).

Kontrak Vardy bersama Leicester sebenarnya masih tersisa hingga 2018. Namun klub asuhan Claudio Ranieri itu khawatir ditinggal sang bomber maut. Oleh karena itu, mereka memberikan perpanjangan kontrak setahun hingga 2019.

Vardy mulai jadi incaran klub-klub besar Inggris setelah tampil cemerlang di musim 2015/2016. Pemain yang baru merasakan Liga Premier di usia 27 tahun itu sudah mengoleksi 18 gol musim ini.

Pemain 29 tahun itu jadi sosok kunci keberhasilan memuncaki klasemen Liga Premier. Leicester kini unggul lima poin dari peringkat dua Tottenham Hotspur.

“Saya sangat senang dapat berjuang untuk mencapai sesuatu spesial bersama klub ini, sebagai bagian dari skuat ini,” ucap Vardy kepada situs resmi Leicester.

Bomber PSG Segera Menyusul ke Liga Tiongkok

007064200_1453727445-lavezzi_3

okegool.com – Gebrakan yang dilakukan klub Tiongkok di bursa transfer awal 2016 belum berhenti. Kali ini giliran penyerang Paris Saint Germain Ezequiel Lavezzi yang akan menyusul main di Liga Tiongkok.

Pemain asal Argentina itu dikabarkan Goal bakal bergabung dengan Shanghai Shenhua. Nilai transfer Lavezzi tidak terlalu mahal. Shenhua hanya perlu membayar lima juta euro.

Harga Lavezzi terbilang murah karena eks pemain Napoli itu kontraknya bersama PSG akan habis akhir musim nanti. Lavezzi tidak mau memperpanjangnya karena kecewa lebih banyak dicadangkan.

Di Shenhua, Lavezzi akan mendapat kontrak dua tahun. Sinyal kepergian Lavezzi dari PSG mencuat manakala PSG tidak membawanya dalam skuat yang disiapkan melawan Olympique Marseille di ajang Ligue 1, Minggu (7/2/2016).

Pemain 30 tahun itu sebenarnya diincar beberapa klub besar Eropa. Juventus, Inter Milan dan Chelsea konon berminat. Tapi Lavezzi nampaknya tergiur dengan tawaran gaji besar dari Shenhua.

Di awal tahun 2016, klub Liga Tiongkok membuat kejutan merekrut pemain top. Sebelum Lavezzi, Jackson Martinez, Ramires, Alex Teixeira dan Gervinho sudah lebih dulu memastikan hijrah ke Tiongkok.

ManCity Merana Melawan Klub Enam Besar

011688000_1454775550-7_000_7P7IO

okegool.com – Manchester City semalam, Sabtu (6/2/2016) menelan pil pahit dibantai Leicester City 1-3 di kandang sendiri, Stadion Etihad. Kekalahan tersebut membuat The Citizens makin tertinggal dari Leicester di klasemen Liga Inggris.

Dalam laga tersebut, City tertinggal tiga gol lebih dulu melalui dua gol bek Robert Huth dan gelandang lincah Riyad Mahrez. Pasukan Manuel Pellegrini cuma bisa membalas satu gol lewat Sergio Aguero di menit akhir.

Akibat kekalahan dari Leicester, City melorot ke posisi tiga klasemen. Mereka digusur Tottenham Hotspur yang mendapat 48 angka. City tertinggal satu poin dari Tottenham dan enam poin dari Leicester.

Kekalahan dari Leicester menambah panjang rentetan hasil buruk City musim ini bila melawan klub-klub penghuni enam besar klasemen Liga Inggris. Aguero cs belum pernah sekalipun menang melawan tim top six.

Total City sudah tujuh kali melakoni pertandingan melawan tim enam besar klasemen Liga Inggris musim ini. Hasilnya, mereka kalah empat kali dan seri tiga kali. Pada pertemuan pertama dengan Leicester di musim ini, City harus puas bermain imbang tanpa gol 30 Desember 2015 lalu.

City gagal mengalahkan West Ham United dalam dua pertemuan di musim ini. West Ham yang kini ada di urutan enam mampu mengalahkan City 1-2 di Etihad Stadium dan bermain imbang 2-2 dengan West Ham.

Kemudian City hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan Manchester United. Hasil memalukan didapat City bila bersua dengan dua klub asal London yang masuk enam besar, Tottenham dan Arsenal.

City dibantai Tottenham 1-4 pada 26 September 2015 lalu. Mereka takluk 1-2 kala dijamu Arsenal 22 Desember 2015.

Berkaca pada catatan negatif City melawan pesaing dalam perburuan gelar, banyak kalangan mulai meragukan klub milik Sheikh Mansour itu dapat menjuarai Liga Inggris musim ini.

Hasil pertemuan City dengan Klub Enam Besar:

06/02/16: Manchester City 1-3 Leicester City
30/12/15: Leicester City 0-0 Manchester City
26/09/15: Tottenham Hotspur 4-1 Manchester City
22/12/15: Arsenal 2-1 Manchester City
25/10/15: Manchester United 0-0 Manchester City
19/09/15: Manchester City 1-2 West Ham United
24/01/16: West Ham United 2-2 Manchester City

Cerita Guardiola dari Sang Ayah, Sosok Pemalu Namun Juara

059643800_1450869983-151223-josep-gardiola-Abdillah

okegool.com – Kesuksesan Pep Guardiola sebagai pemain dan pelatih sepak bola selama ini ternyata sudah ditebak oleh Ayahnya, Valenti Guardiola. Sejak kecil Valenti tahu Guardiola dilahirkan sebagai seorang pemenang.

Guardiola telah meninggalkan keluarganya sejak usia 13 tahun. Saat itu ia bergabung ke Akademi Barcelona, La Masia yang jaraknya satu jam menggunakan mobil dari rumah.

“Dia selalu mencintai sepak bola. Saya ingat ketika berumur 11 tahun dia bilang ‘Ayah saya heran kenapa anak-anak yang lain membicarakan tentang film, bukannya kemenangan tim’. Tentu hal ini bagus, namun jadi bencana buat di rumah. Ia tak pernah bisa mengganti bohlam lampu,” kata Valenti seperti dilansir Mirror.

“Guardiola seorang pemalu di luar lapangan. Namun ia lahir sebagai seorang pemimpin sehingga bisa menjadi kapten dan mengatur segala sesuatu di sekitarnya.”

Valenti menceritakan sang anak selalu pulang ke rumah jika ada waktu senggang. Tetapi obrolan Ayah-anak ini tidak lagi tentang sepak bola.

“Ya, jarang sekali kami berbicara sepak bola. Sekali saja berbicara sepak bola padanya, maka saya seperti tidak tahu apa-apa dan tidak ada yang bisa saya ajarkan padanya,” ujar Valenti tersenyum.

Valenti punya cita-cita menarik untuk anaknya. Ia ingin membuka museum yang memajang piala Guardiola saat menjadi pemain dan pelatih.

“Sebenarnya ini rahasia, tapi yang jelas saya sebagai orangtua ingin menyimpan hal-hal seperti itu. Namun semuanya terserah Guardiola karena itu semua kehidupan dan hasil kerjanya. Kami sebagai orangtua tidak mau melangkahinya,” kata Valenti.

Gagal Bujuk Guardiola, Chelsea Dapatkan Pelatih Juventus?

058771600_1433022170-000_Par8183177

bolaini.com – Kabar mengejutkan datang dari London. Chelsea dikabarkan sudah menunjuk pelatih Juventus, Massimiliano Allegri sebagai manajer anyar mereka musim depan. Setelah gagal bujuk Josep Guardiola, Allegri didapuk menjadi manajer permanen The Blues.

Seperti dilansir Metro, Allegri dikabarkan sepakat untuk teken kontrak empat tahun hingga 2020 di Chelsea. Dia bakal digaji 5,3 juta pounds per musim.

Selain Guardiola, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone paling santer dikabarkan bakal latih klub asal London ini. Lalu ada pula manajer Stoke City, Mark Hughes dan pelatih Chile Jorge Sampaoli yang mengemuka.

Dilansir 90min.com,Allegri sudah didekati Chelsea dalam beberapa hari terakhir. Dia dikabarkan langsung mengiyakan tawaran Chelsea.

Ini karena Allegri menginginkan tantangan baru di liga lain selain Italia.Jejak karier Allegri memang selalu di Italia.Dia mengawali karier bersama Sassuolo di seri C pada musim 2007/08. Semusim kemudian, dia hijrah Cagliari.

Sukses di Cagliari, pelatih berusia 48 tahun ini kemudian ditarik AC Milan. Aleggri tidak mengecewakan karena berhasil membawa Milan jadi juara. Sejak musim lalu, dia pun menjadi pelatih Juventus.

Bayar Juve Rp 486 M, Madrid Bawa Pulang Morata

014674700_1454316563-8_000_7J61R

bolaini.com – Real Madrid sudah ambil keputusan. Los Blancos akan bawa pulang Alvaro Morata yang kini bermain untuk Juventus meskipun harus membayar klausul tebusnya sebesar 32 juta euro (Rp 486 Miliar).

Klausul ini diteken Madrid dan Juventus pada 2014 lalu. Madrid tak sungkan untuk menebusnya kembali dua tahun kemudian demi mendapatkan pemain produk akademi Real Madrid ini.

Seperti dilansir Marca, Madrid ingin segera merampungkan transfer ini. Morata digadang-gadang sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di Eropa saat ini.

Striker berusia 23 tahun ini juga sudah dibidik banyak klub besar. Diantaranya Manchester United dan Liverpool yang siap boyong pemain yang kecewakan Real Madrid di Liga Champions musim lalu lewat dua golnya.

Madrid tak mau itu terjadi. Apalagi musim depan, MU kemungkinan dilatih Jose Mourinho yang kenal permainan Morata.Jika tak dirampungkan sekarang, Morata bisa dihargai 50 juta euro. Maka itu, Madrid wajib gerak cepat.

1 2 3 193