Timnas Inggris Sabet Juara Tiga Piala Dunia Wanita

fara-williams-timnas-putri-inggris_20150705_080940

bolaini.com – Inggris berhasil menjadi juara ketiga Piala Dunia Wanita setelah mengalahkan Jerman 1-0 di Commonwealth Stadium Edmonton, Sabtu (4/7/2015).

Gok kemenangan Inggris dicetak oleh Fara Williams melalui titik penalti. Gol Williams tercipta pada babak tambahan.

Inggris mendapatkan hadiah penalti setelah pemain Jerman Tabea Kemm menjatuhkan Lianne Sanderson di kotak penalti. Williams yang dipercaya berhasil membawa Inggris unggul.

Inggris dan Jerman bermain hingga babak tambahan setelah pada babak normal bermain seri 0-0.

Laura Basset yang menjadi biang keladi kekalahan Inggris pada semifinal melawan Jepang diturunkan pada pertandingan ini.

Kemenangan ini mengantarkan Inggris untuk pertama kalinya menggondol gelar juara ketiga Piala Dunia Wanita.

Chile: Harusnya Kami Menang dalam 90 Menit

chile-argentina-adu-penalti_20150705_071715

bolaini.com – Pelatih Chile, Jorge Sampaoli, gembira atas keberhasilan mengantarkan timnya menjuarai Copa America 2015 dengan mengalahkan Argentina via adu penalti.

Namun, Sampaoli menilai Chile harusnya sudah bisa menjadi juara dalam 90 menit pertandingan.

“Ini merupakan pertandingan luar biasa bagi Chile. Kami harusnya bisa memenangi pertandingan dalam 90 menit pertandingan,” ujar Sampaoli seusai pertandingan kepada La Tercera.

Ucapan Sampaoli tidak mengada-ada. Chile tampil dominan pada laga tersebut. Selama 120 menit pertandingan termasuk perpanjangan waktu, Alexis Sanchez dkk melepaskam 18 tembakan. Bandingkan dengan Argentina yang cuma punya 8 peluang.

“Kami (tim pelatih) harus berterima kasih kepada para pemain yang membuat saya bisa merasakan kegembiraan ini,” tutur pelatih asal Argentina itu.

“Kegembiraan ini untuk penonton di stadion dan mereka yang sudah menantikan (gelar ini) sejak lama,” ucap dia. “Saya selalu mengingat Stadion Nasional ini sebagai tempat saya merasakan kegembiraan luar biasa”

Gelar juara Copa America kali ini juga mengakhiri penantian Chile. Sebagai salah satu kekuatan tradisional di Amerika Selatan, setelah Argentina, Brasil, dan Uruguay, baru kali ini La Roja menjadi yang terbaik.

Kemenangan kali ini juga membalas dendam kekalahan 60 tahun lalu. Pada Piala Dunia 1955, Chile gagal menjadi yang terbaik di Stadion Nasional lantaran kalah 0-1 dari Argentina.

Kalah di Final, Argentina Masih Tim Terbaik di Copa America

timnas-argentina-2015_20150607_121115

bolaini.com – Argentina gagal menaklukkan tuan rumah Chile di final Copa America 2015, Sabtu (4/7/2015).

Lionel Messi dkk kalah adu penalti 4-1 setelah bermain 0-0 selama 120 menit.

Kegagalan di final Copa America 2015 juga membuat Argentina gagal menyamai rekor Uruguay dalam merebut trofi turnamen antarnegara Amerika Selatan tersebut.

Argentina tetap dengan koleksi 14 trofi sementara Uruguay masih memimpin dengan 15.

Meski demikian, Argentina masih jadi tim terbaik jika ditilik dari sisi jumlah poin yang didapat sejak turnamen ini pertama kali digelar, 1916 silam.

Argentina mengumpulkan 377 poin dari 40 kali partisipasi di Copa America. Uruguay ada di urutan kedua dengan 355 angka dari 42 partisipasi.

Berikut klasemen sepanjang masa Copa America.

Team Winners Part. Pts GP W D L GF GA Dif
1 Argentina 14 40 377 180 114 35 31 431 170 +261
2 Uruguay 15 42 355 193 107 34 52 395 213 +182
3 Brazil 8 34 327 174 98 33 43 397 197 +200
4 Paraguay 2 35 223 162 62 37 63 250 281 -31
5 Chile 1 37 202 168 58 28 82 262 298 -36
6 Peru 2 30 183 141 50 33 58 203 227 -24
7 Kolombia 1 20 139 106 39 22 45 124 178 -54
8 Bolivia 1 25 86 108 20 26 62 101 269 -168
9 Ekuador 0 26 65 114 15 20 79 120 307 -187
10 Mexico 0 9 63 44 17 12 15 60 53 +7
11 Venezuela 0 16 27 58 5 12 41 43 166 -123
12 Kosta Rika 0 4 14 14 4 2 8 14 25 -11
13 Honduras 0 1 10 6 3 1 2 7 5 +2
14 USA 0 3 8 12 2 2 8 11 21 -10
15 Jamaika 0 1 0 3 0 0 3 0 3 -3
16 Japan 0 1 1 3 0 1 2 3 8 -5

Keluarga Messi Diserang Penonton di Stadion

lionel-messi-copa_20150705_084358

bolaini.com – Anggota keluarga penyerang Argentina, Lionel Messi, diserang oleh suporter tim Cile saat laga final Piala Amerika 2015.

Laman sepak bola internasional Marca pada Minggu mewartakan, pendukung La Roja mulai melontarkan hinaan ke keluarga Messi yang menyaksikan laga di Stadion Nasional Santiago sebelum waktu paruh.

Saudara laki-laki Messi, Rodrigo, dipukul oleh penggemar dan seluruh keluarga kemudian dipindahkan ke kabin televisi saat waktu paruh demi keselamatan mereka.

Keluarga Sergio Aguero juga menjadi objek hinaan dari bagian stadion yang diisi suporter Chile.

Dalam pertandingan final itu, tim Chile mengalahkan Argentina dengan skor 4-1 lewat adu penalti.

Angel di Maria Kembali Apes di Turnamen Besar

angel-di-maria-cedera_20150705_090317

bolaini.com – Angel Di Maria gagal tampil maksimal pada final Copa America 2015 antara Argentina dan Cile, Sabtu (4/7/2015) lantaran hanya tampil tak sampai 30 menit.

Di Maria mengalami cedera, kemungkinan hamstring, ketika akan berebut bola melawan tiga pemain Cile di lini kedua. Begitu kehilangan bola, Di Maria langsung merasakan nyeri di kakinya.

Setelah sempat mendapatkan perawatan dan kembali berdiri di lapangan, Di Maria ditarik keluar oleh pelatih Gerardo Martino. Pemain Manchester United itu digantikan Ezequiel Lavezzi pada menit ke-29.

Tampak kekecewaan mendalam di wajah Di Maria ketika tak bisa melanjutkan pertandingan. Sebab, dalam dua kesempatan beruntun, dia tak bisa membela Tim Tango pada laga puncak kompetisi antarnegara.

Tahun lalu, Di Maria juga gagal berhadapan dengan Jerman pada final Piala Dunia 2014. Saat itu, dia harus sudah absen sejak semifinal melawan Belanda lantaran mengalami cedera pada laga perempat final melawan Belgia.

Kondisi Di Maria itu juga bisa memengaruhi ketertarikan sejumlah klub, seperti Paris Saint-Germain dan Bayern Muenchen. Andai dari hasil pemindaian cedera itu mengharuskan Di Maria istirahat lama, bukan tak mungkin dua klub kaya itu akan menghentikan niat membelinya.

Jorge Sampaoli Tak Percaya Bisa Kalahkan Argentina dan Juara Copa

timnas-chile-juara-copa_20150705_091125

bolaini.com – Chile akhirnya sukses jadi juara Copa America 2015 dengan menundukkan Argentina 4-1 lewat adu penalti.

Si Merah menang 4-1 dalam duel tos-tosan tersebut, setelah bermain kacamata sepanjang 120 menit laga. Gelar itu terasa semakin indah karena jadi yang pertama kali dan terjadi di rumahnya sendiri.

Pelatih La Roja yang merupakan seorang Argentina, Jorge Sampaoli, bahkan sampai tak percaya bisa mengantarkan tim asuhannya jadi kampiun turnamen. Ia pun menyambut bahagia dan amat menikmati momen indah ini.

“Penalti pamungkas Alexis Sanchez memberikan saya kemenangan yang tak dapat dipercaya. Para pemain telah melakukan pekerjaan hebat. Mereka sungguh ingin memenangi Copa [America]. Saya tak melihat satu laga pun yang menunjukkan bahwa Chile bermain lebih buruk dari lawannya,” tutur Sampaoli semringah, seperti dikutip Goal.

“Saya ingin menikmati momen luar biasa ini dengan para pemain saya. Juga menikmatinya di Chile, bersama masyarakatnya yang tengah penuh dengan sukacita.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-bessarnya pada para pemain saya, yang sudah mengizinkan saya untuk bergabung dalam tim luar biasa ini,” pungkasnya berbinar.

Lukas Podolski Akhirnya Berlabuh di Galatasaray

lukas-podolski-kostumgalatas_20150705_032115

bolaini.com – Lukas Podolski menyelesaikan proses transfernya dari Arsenal ke Galatasaray pada Sabtu, setelah klub Turki itu sepakat untuk membayar 2,85 juta pound untuk akhirnya mendapatkan pemain itu pada percobaan keempatnya.

Penyerang Jerman itu menandatangani kontraknya di depan para penggemar klub Istanbul itu, yang memenangi gelar liga domestik pada musim lalu dan telah mengincar pemain 30 tahun itu selama tiga tahun.

Podolski, yang melakukan dua penampilan untuk Jerman pada Piala Dunia tahun lalu namun tidak bermain melawan Argentina pada final, akan berupaya memulihkan karirnya setelah gagal mengamankan tempat di Arsenal.

Meski ia mencetak 31 gol dalam 82 penampilan pada tiga musimnya setelah didatangkan dengan nilai 11 juta pound dari Cologne pada Juli 2012, ia keluar-masuk tim dan dipinjamkan ke Inter Milan pada paruh kedua musim lalu, mengemas satu gol dari sepuluh penampilannya.

Podolski bertekad melupakan rasa frustrasi yang sempat menderanya.

“Saya benar-benar gembira dengan rekan-rekan setim yang hebat, yang saya miliki di sini, yang biasa saya ikuti pada pertandingan-pertandingan liga di TV,” ucapnya.

“Pada tiap kasus saya selalu mencermati atmosfer hebat dan menggembirakan yang mengelilingi Galatasaray — tim yang bertujuan menyenangkan para penggemar.”

“Berbicara tentang, dukungan penggemar Galatasaray yang hangat yang telah saya tahu sebelumnya benar-benar membantu saya membuat keputusan untuk menandatangani (kontrak).”

Napoli Ingin Datangkan Riccardo Saponara

Napoli-Ingin-Datangkan-Riccardo-Saponara-700x315

bolaini.com – Manajer anyar Napoli, Maurizio Sarri, mengatakan kepada media setempat, bahwa dirinya ingin mendatangkan Attacking Midfielder milik Empoli, Riccardo Saponara.

Mantan Manajer Empoli ini memang menginginkan jasa Saponara didalam timnya, lantaran performanya dimusim lalu terbilang memuaskan. Mereka bekerja sama di paruh ke dua Serie A, dimana pemain berusia 23 tahun ini berhasil mencetak 7 gol dari 15 penampilannya.

Napoli memang menjadi klub yang paling gencar ingin mendapatkan tanda tangan Saponara saat ini. Mahar yang harus dibayarkan oleh Partenopei untuk mendaratkan punggawa Italia U-21 ini ke San Paolo diyakini sebesar 5,6 Juta Poundsterling.

Untuk perburuan Saponara, Napoli tidak sendirian. Jawara Serie A musim lalu, Juventus juga berusaha mendapatkan tanda tangannya pada musim panas ini.

Persaingan kedua klub diyakini akan berakhir dengan permasalahan harga, dimana Empoli akan lebih memilih klub yang mampu membayar lebih untuk transfer Saponara.

Manchester United Mundur Dari Perburuan Matteo Darmian

Manchester-United-Mundur-Dari-Perburuan-Matteo-Darmian-700x315

bolaini.com – Dikabarkan oleh media setempat, bahwa saat ini Manchester United menyerah dari perburuan tanda tangan Full-back Torino, Matteo Darmian.

The Red Devils telah memantau Full-back berusia 25 tahun ini untuk mengisi sisi kanan pertahanan mereka, setelah sebelumnya mereka gagal mendapatkan Dani Alves dari Barcelona, dan Nathaniel Clyne dari Southampton yang akhirnya hijrah ke Liverpool.

Menurut media setempat, Van Gaal telah membatalkan ketertarikannya kepada Darmian, dan lebih memilih untuk fokus mendatangkan Sergio Ramos ke Old Trafford pada bursa transfer musim panas ini.

Diyakini, keputusan United untuk mundur terjadi lantaran Presiden Torino, Urbano Cairo, mematok harga terlalu tinggi untuk pemain yang pernah menimba ilmu di akademi sepak bola AC Milan ini. Mahar 20 Juta Euro telah ditetapkan oleh Cairo, bagi klub yang ingin merekrut Darmian dari Il Toro.

Selama empat tahun kebersamaannya dengan Torino, Darmian telah mencetak 6 gol dan 11 assist dari 150 pertandingan diberbagai kompetisi yang dilalui.

Everton Resmi Datangkan Bintang Muda Belgia

Everton-Resmi-Datangkan-Bintang-Muda-Belgia-700x315

bolaini.com – Bintang muda Belgia, David Henen akhirnya resmi menjadi milik Everton dengan status dipermanenkan.

Pemain yang sebelumnya bermain untuk Olympiakos ini hijrah ke Goodison Park dengan banderol sebesar 280.000 Euro dan terikat kontrak selama tiga tahun.

Dimusim lalu, pemuda berusia 19 tahun ini dipinjamkan ke Everton untuk bermain di skuad U-21. Bersama skuad asuhan David Unsworth, Henen berhasil mencetak 6 gol dari 15 penampilan.

Seperti yang tertera di situs resmi Everton, Henen mengaku senang dengan transfer ini.

“Saya sangat senang saat ini.

“Everton adalah salah satu klub besar di Inggris, dan saya yakin akan mampu untuk berkembang dengan baik bersama mereka.

“Sebagai seorang pemain muda, Everton merupakan klub yang sesuai untuk saya, karena mereka selalu berusaha untuk mengembangkan talenta-talenta muda. Ini sangat sempurna untuk saya.”

Roberto Martinez memang terlihat sibuk di bursa transfer musim panas ini, setelah mendatangkan Gerard Deulofeu dan Luke Garbutt secara permanen.

1 2 3 54