Xavi Pergi Tanpa Pengganti

0624399barcelona-04-xavi780x390

bolaini.com – Pelatih Barcelona, Luis Enrique, mengatakan bahwa timnya tidak akan berusaha mencari pengganti Xavi Hernandez. Menurut Enrique, sulit untuk mencari pemain identik dengan gelandang berusia 35 tahun tersebut.

Seperti diketahui, Xavi telah menetapkan Al Sadd sebagai destinasinya musim depan. Pada Sabtu (23/5/2015), ia telah menjalani partai terakhirnya di Divisi Primera melawan Deportivo La Coruna.

Enrique menyadari peran vital Xavi, yang telah mengabdi selama 17 tahun. Namun, ia tak akan memanfaatkan pasar transfer musim panas guna memburu pemain setipe dengan Xavi. Terlebih, Barcelona juga terkena sanksi larangan transfer hingga akhir tahun.

“Menurut saya, ia masih cukup bagus bermain bersama Barcelona selama satu musim lagi. Tetapi, ia telah mengambil keputusan,” ungkap Enrique.

“Tak ada pengganti untuk Xavi karena tak ada Xavi yang lainnya. Sebagai pemain, ia unik. Kami akan beradaptasi untuk bermain tanpanya,” lanjut mantan pelatih Barcelona B ini.

Masih ada dua laga spesial untuk sang kapten. Barcelona bakal menjalani partai final Copa del Rey kontra Athletic Bilbao pada 30 Mei dan final Liga Champions melawan Juventus pada 6 Juni.

“Dua laga ini sangat berat. Tetapi, kami optimistis melihat apa yang sudah dilakukan tim ini. Dengan dukungan tim, kami akan coba memenangi dua trofi lain,” tandasnya.

Hasil Pekan Terakhir Bundesliga: Bayern Akhiri Tren Negatif

2232013fans-bayern780x390

bolaini.com – Bayern Muenchen mengakhiri Bundesliga musim 2014-15 dengan kemenangan 2-0 atas Mainz 05, Sabtu (23/5/2015). Kemenangan ini menghentikan tren negatif Bayern yang selalu kalah dalam tiga pertandingan liga sebelumnya.

Dua gol kemenangan Bayern pada laga tersebut dicetak oleh Robert Lewandowski melalui titik penalti pada menit ke-25, dan tembakan Bastian Schweinsteiger saat babak kedua berjalan tiga menit.

Bayern memuncaki klasemen dengan 79 poin. Kemudian berturut-turut di bawah Die Roten adalah Wolfsburg (69), Borussia Moenchengladbach (66), Bayer Leverkusen (61), Augsburg (49), Schalke 04 (48), dan Borussia Dortmund (46).

Kendati berada di posisi ketujuh, Dortmund tetap lolos ke Liga Europa musim depan lewat jalur DFB Pokal. Sebab, Wolfsburg yang menjadi lawan pada laga puncak sudah memastikan diri tampil di fase grup Liga Champions musim depan.

Sementara itu, Freiburg dan Paderborn dipastikan terdegradasi ke Bundesliga 2. Hamburger SV yang finis di peringkat ke-16 masih perlu melakoni laga play-off melawan wakil dari kasta kedua untuk mengamankan posisinya di kasta tertinggi.

Berikut hasil pertandingan pekan ke-34 atau terakhir Bundesliga:

Borussia Dortmund vs Werder Bremen: 3-2
Borussia Moenchengladbach vs Augsburg: 1-3
Eintracht Frankfurt vs Bayer Leverkusen: 2-1
FC Koln vs Wolfsburg: 2-2
Hamburg SV vs Schalke 04: 2-0
Hannover 96 vs Freiburg: 2-1
Hoffenheim vs Hertha Berlin: 2-1
Paderborn vs VfB Stuttgart: 1-2
Bayern Muenchen vs Mainz 05: 2-0

Kalah dari Genoa, Peluang Inter ke Liga Europa Sirna

0607380mauro-icardi-rodrigo-palacio780x390

bolaini.com – Ambisi Inter Milan untuk melangkah ke kompetisi antarklub Eropa pada musim depan sirna. Kekalahan 2-3 dari Genoa di Stadion Luigi Ferraris, Sabtu malam atau Minggu (24/5/2015) dini hari WIB, menjadi penyebabnya.

Pada laga tersebut, Inter sebernarnya sempat dua kali unggul lebih terdulu melalui Mauro Icardi (19’) dan Rodrigo Palacio (90’). Namun, Genoa selalu bisa mengejar lewat gol Leonardo Pavoletti (24’) dan Maxime Lestienne (42’). Tuan rumah memastikan kemenangan lewat aksi Juraj Kucka, satu menit waktu normal berakhir.

Kemenangan ini mengantarkan Genoa naik ke peringkat keempat dengan 59 poin dari 37 pertandingan. Mereka unggul satu poin atas Fiorentina yang baru akan bertanding pada Minggu (24/5/2015) malam.

Sementara Inter, tertahan di peringkat ke-8 dengan 54 poin, juga dari 37 laga, tertinggal dua angka dari Sampdoria. Dengan sisa satu laga, Inter takkan mungkin untuk mengejar Fiorentina yang berada di posisi keenam atau tiket terakhir ke Liga Europa musim depan.

Akan tetapi, andai finis di peringkat ketujuh menggeser Sampdoria, Inter masih boleh menyisakan sedikit asa tampil di Liga Europa. Dengan catatan, Genoa yang finis di atas mereka jadi terkena larangan tampil oleh UEFA lantaran permasalahan administratif.

“Akan menjadi sebuah ketidakadilan andai kami tak boleh berkompetisi di Eropa,” ujar pelatih Genoa, Gian Piero Gasperini.

Sementara itu, pelatih Inter, Roberto Mancini, tak mau berkomentar soal peluang menggantikan Genoa. “Kegagalan melangkah ke Eropa memang memalukan. Kami minta maaf kepada suporter dan presiden klub. Namun, performa kami ini akan menjadi modal untuk memulai musim depan,” kata Mancini.

Berita Foto: Perpisahan Xavi dengan Publik Camp Nou

0618567mozaik-suporter-780x390

bolaini.com – Barcelona memang hanya bermain imbang 2-2 saat menjamu Deportivo La Coruna, Sabtu (23/5/2015). Namun, hasil tersebut tak mengendurkan semangat tuan rumah untuk menggelar pesta juara.

Para penggawa Barcelona merayakan keberhasilan menjadi juara La Liga musim ini. Lakon utama pada pesta tersebut adalah Xavi.
Kapten Barcelona itu menjalani laga pamungkasnya di La Liga pada laga versus La Coruna. Kendati gembira merayakan keberhasilan Barcelona juara, Xavi tak bisa menutup kesedihannya kala memberikan kata-kata perpisahan di depan publik Camp Nou.
Musim depan, Xavi tak lagi berkostum Barcelona. Pemain yang mengabdi di Barcelona sejak 1991 itu akan bermain untuk Al Sadd.

AFP PHOTO / LLUIS GENE Spanduk raksasa yang menunjukkan ucapan terima kasih suporter Barcelona kepada Xavi Hernandez, Sabtu (23/5/2015).
AFP PHOTO / JOSEP LAGO Xavi Hernandez dilemparkan ke udara oleh para pemain Barcelona saat perayaan juara, Sabtu (23/5/2015).
AFP PHOTO / LLUIS GENE Xavi Hernandez dengan trofi juara La Liga kedelapan miliknya, Sabtu (23/5/2015).
AFP PHOTO / JOSEP LAGO Para pemain Barcelona merayakan keberhasilan menjuarai La Liga, Sabtu (23/5/2015).
AFP PHOTO / JOSEP LAGO Xavi Hernandez menangis saat memberikan kata-kata perpisahan kepada publik Camp Nou, Sabtu (23/5/2015).

 

Berita Foto: Pesta Juara Juventus

0648393pesta-juara-juventus-02780x390

bolaini.com – Laga melawan Napoli, Sabtu (23/5/2015), mengakhiri kiprah Juventus di Juventus Stadium pada musim ini. Meski Serie-A masih menyisakan satu partai lagi, para pemain Juventus sudah merayakan pesta usai meraih kemenangan 3-1 atas Napoli.

Ini adalah kali kedua Juventus merayakan pesta juara. Tiga hari sebelumnya, mereka telah lebih dulu merayakan keberhasilan menjuarai Coppa Italia.
Pasukan Juventus berharap bisa meneruskan pesta pada 6 Juni nanti. Pada final Liga Champions itu, Juventus akan berjumpa Barcelona, tim yang juga berambisi meraih treble winners musim ini.

AFP PHOTO / MARCO BERTORELLO Carlos Tevez merayakan keberhasilan juara Juventus bersama anaknya, Sabtu (23/5/2015).
AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mencium trofi juara yang diraihnya musim ini, Sabtu (23/5/2015).
AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE Trio Perancis Juventus, Kingsley Coman, Paul Pogba, dan Patrice Evra memamerkan trofi juara, Sabtu (23/5/2015).
AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE Keluarga melengkapi kebahagiaan Leonardo Bonucci dalam perayaan scudetto, Sabtu (23/5/2015).
AFP PHOTO / MARCO BERTORELLO Ekspresi Gianluigi Buffon saat Juventus menggelar pesta juara, Sabtu (23/5/2015).

 

Syarat Mourinho Latih Klub Inggris Lain

0808458000-DV2023664780x390

bolaini.com – Manajer Chelsea, Jose Mourinho, mengisyaratkan siap melatih klub Inggris di luar Chelsea. Namun, hal itu hanya akan terjadi jika Roman Abramovich, pemilik The Blues, menilai Mourinho tak pantas lagi melatih timnya.

“Hari saat Abramovich berpikir saya tak cukup bagus bagi Chelsea, pada momen itulah saya akan berpikir untuk bekerja lagi dan jika memungkinkan melatih klub Inggris lain,” kata Mourinho saat diwawancarai Football Focus.

“Akan tetapi, saya takkan pergi jika Abramovich tak bersikap seperti itu. Ada klub yang datang dan pergi menawari saya proyek tim nan fantastis. Mereka juga menawarkan gaji dua kali lipat. Namun, tak ada peluang bagi saya untuk pergi,” ujar pelatih asal Portugal itu.

“Saya bisa melihat diri saya melatih klub lain. Namun, saya cinta Chelsea. Saya berada dalam ‘genggaman” Abramovich. Karena itulah, saya bertahan di klub ini,” tutur dia.

Mourinho memang sudah kadung mencintai Chelsea. Kendati sempat diputus kontraknya pada awal musim 2007-08, dia tak menolak kala Abramovich menawarkan jabatan manajer pada 2013. Padahal, saat itu, dia juga diminati Manchester United yang mencari suksesor Sir Alex Ferguson.

Schweinsteiger Sudah 500 Laga bersama Bayern

scwheinsteigerafpi

bolaini.com – Munich – Pertandingan melawan Mainz menjadi laga spesial untuk Bastian Scweinsteiger. Itu adalah penampilan ke-500 Schweinsteiger dalam seragam Bayern Munich.

Schweinsteiger turun sejak menit pertama kala Bayern menjamu Mainz di pekan terakhir Bundesliga, Sabtu (23/5/2015) malam WIB. Dalam pertandingan di Allianz Arena itu, dia tampil penuh selama 90 menit.

Saat memasuki lapangan, Schweinsteiger memperoleh sambutan spesial. Dia mendapat buket bunga dari Chairman Bayern Karl-Heinz Rummenigge. Sebuah koreografi khusus dan standing ovation dari publik Allianz Arena juga menyambut gelandang berusia 30 tahun itu.

Penampilan ke-500 Schweinsteiger makin istimewa karena dia menandainya dengan sebuah gol. Schweinsteiger mencetak gol di menit ke-48 untuk memastikan kemenangan Bayern menjadi 2-0.

Schweinsteiger melakukan debunya untuk Bayern pada 2002 saat usianya masih 18 tahun. Selama 12,5 tahun membela Die Roten, Schweinsteiger memenangi total 20 gelar juara: delapan gelar Bundesliga, tujuh gelar DFB-Pokal, dua gelar DFL Super Cup, dan masing-masing satu gelar Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super UEFA.

Juventus Pantau Khedira dan Siap Negosiasi

madrid

bolaini.com – Turin – Juventus memastikan diri ikut memantau Sami Khedira, usai sang gelandang mengonfirmasi bakal meninggalkan Real Madrid secara cuma-cuma. Bianconeri juga siap masuk ke tahap negosiasi.

Khedira baru saja memberi kepastian akan pergi dari Madrid dengan status bebas transfer, meski sebelumnya memang sudah sangat dispekulasikan. Lewat akun instagramnya, gelandang 28 tahun itu menyatakan pamit.

“Valdebebas (tempat latihan Madrid) untuk terakhir kalinya. Saya pergi tapi pastinya akan merindukan klub saya, Real, seluruh staf, dan rekan-rekan yang luar biasa! Guys, it was one heck of a ride!!!” tulisnya.

Sejumlah klub kabarnya sudah siap menampung Khedira. Mulai dari Schalke dan sejumlah klub Liga Inggris seperti Arsenal, Manchester United, serta Liverpool diyakini memonitor pemain internasional Jerman itu.

Juve pada akhirnya mengaku ikut masuk dalam persaingan. Mereka tengah memantau si pemain dan siap melakukan langkah nyata.

“Tentu saja Juventus punya daya tarik dan gengsi lebih besar, yang menarik perhatian banyak pemain,” kata Direktur Umum Juve, Beppe Marotta, kepada Sky Sport Italia dikutip Football Italia.

“Tentu saja mereka yang bebas kontrak seperti Khedira adalah nama-nama penting. Kami hanya membaca di koran bahwa Khedira tidak akan memperbarui kontrak dengan Real Madrid.”

“Adalah tugas kami untuk memantau berbagai situasi dan menentukan kapan waktunya mengambil tindakan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Marotta juga kembali menegaskan bahwa Juve tak membuka negosiasi dengan Paris Saint-Germain untuk Edinson Cavani. Belakangan, nama penyerang Uruguay itu memang kencang dikaitkan dengan kepindahan ke Turin.

“Sejujurnya, kami tidak pernah memulai negosiasi untuk Cavani. Tentu saja banyak pemain yang dikaitkan dengan Juventus sekarang. Tapi Cavani adalah pemain PSG dan saya bahkan tidak merasa kami bisa memulai pembicaraan nyata,” demikian Marotta.

Icardi Didekati Klub Asal Madrid?

0451489000-DV1905683780x390

bolaini.com – Penyerang Inter Milan, Mauro Icardi, dikabarkan tengah melakukan pembicaraan dengan sebuah klub yang berbasis di kota Madrid. Hal ini diketahui dari akun Twitter sang istri, Wanda Nara. Namun, tidak jelas apakah klub itu Real Madrid atau Atletico Madrid.

Wanda dilaporkan telah membantah melalui Twitter mengenai sebuah pernyataan dari harian Sport di Spanyol, yang menyebutkan bahwa Icardi tidak memiliki opsi selain memperpanjang kontraknya di Inter Milan.

“Kamu salah,” tulis Wanda di Twitter, yang menurut Calciomercato, tweet tersebut telah dihapus.

“Dari mana kamu dapatkan informasi itu? Hari Senin saya akan berada di Madrid. Jika ingin mendapatkan informasi yang akurat, kamu bisa hubungi saya,” ungkap Wanda, seorang model dan bintang televisi di Argentina, yang sebelumnya merupakan istri penyerang Torino, Maxi Lopez.

Pernyataan itu dianggap media sebagai “kode” kepindahan Icardi ke klub asal Madrid. Dia juga seolah-olah telah mengambil alih tugas dari agen Icardi, Abian Morano.

Rumor kepergian itu muncul lantaran Icardi dilaporkan gagal menemukan kesepakatan dengan Inter Milan terkait pembaruan kontrak. Kabarnya, hal itu disebabkan belum adanya kecocokan mengenai jumlah gaji Icardi.

Maldini Samakan Gerrard dengan Baresi

0254123-paolo-maldini-780x390

bolaini.com – Bek kiri legendaris Italia, Paolo Maldini, menganggap kiprah Steven Gerrard bersama Liverpool serupa dengan rekannya di AC Milan, Franco Baresi.

“Yang selalu saya suka dari Steven (Gerrard) adalah ketenangannya saat berada di lapangan. Namun, ia tetap mampu menginspirasi semua rekan satu timnya dengan tidak banyak berbicara,” ujar Maldini kepada LFCTV.

“Saya punya contoh lain yang serupa (Gerrard). Seseorang yang diam tapi mudah diikuti melalui perilakunya, dialah Franco Baresi,” lanjut Maldini.

Kepemimpinan Baresi dan Gerrard diakui Maldini pantas ditiru. “Mereka adalah contoh nyata. Steven dan Baresi lebih suka bertindak daripada berbicara. Itulah yang saya pelajari dari mereka. Gerrard memang salah satu yang memiliki bakat besar,” tutur Maldini.

Maldini dan Gerrard memiliki kenangan yang tak terlupakan. Kedua pemain kelas dunia itu pernah saling berhadapan pada partai final Liga Champions, antara AC Milan melawan Liverpool, tanggal 25 Mei 2005, di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul.

Pada babak pertama laga itu, AC Milan mampu unggul 3-0 melalui gol Maldini dan brace Hernan Crespo. Banyak yang mengira pertandingan itu akan berakhir dengan kekalahan Liverpool.

Akan tetapi, anggapan itu salah. Pada babak kedua, secara mengejutkan Liverpool berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui gol yang dicetak oleh Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso. Skor imbang bertahan selama 120 menit dan Liverpool menobatkan diri menjadi juara setelah menang adu penalti.

“Saya memiliki memori kuat tentang kekalahan kami (AC Milan) di Istanbul. Ketika itu, Gerrard membantu rekan satu timnya bertahan. Dia bermain di belakang dan melakukan tackle ke setiap pemain Milan,” ulas Maldini.

Pada final 10 tahun lalu itu, posisi Gerrard pada babak kedua memang berubah. Dia bermain lebih ke “dalam” untuk membantu pertahanan, terutama sisi kanan.

“Gerrard memberikan perbedaan terhadap timnya. Dia pun akhirnya dapat meraih hasil yang tak pernah diduga,” kata Maldini.

1 2 3 22