Derby London Panas, Cahill Minta FA Mengerti

gary-cahill_c9b9bb1

bolaini.com – Gary Cahill ingin FA mencoba mengerti panasnya atmosfer derby London antara Chelsea dan Tottenham kemarin, dan tidak memberikan hukuman berlebihan pada para pemain.

Kedua tim hanya bermain imbang 2-2 di Stamford Bridge kemarin, dalam pertandingan yang diwarnai oleh 12 kartu kuning untuk pemain dari kedua kubu.

“Saya kira FA harus mempertimbangkan atmosfer pertandingan. Anda akan dengan mudah merasa emosional. Ketika peluit akhir dibunyikan, semuanya sudah selesai,” tutur Cahill pada Goal International.

“Dalam pertandingan seperti ini, antusiasmenya amat besar dan ada komitmen, saya tidak keberatan dengan ini. Ada banyak hal yang dipertaruhkan. Kami tahu apa yang dibutuhkan dan betapa sulitnya memenangkan liga. Anda bekerja keras tiap hari dan memberikan seluruh musim. Tottenham sudah melakukan itu.”

“Jadi saya tahu apa yang mereka pertaruhkan dan mereka sudah berjuang mati-matian, begitu pula dengan kami. Memang ada banyak tekel yang terjadi, namun saya menikmatinya. Inilah derby. Orang-orang harusnya bisa menikmati laga seperti ini apa adanya.”

Cristiano Ronaldo: Saya Tak Punya Idola

cristiano-ronaldo-7_035d113

bolaini.com – Cristiano Ronaldo mengatakan bahwa ia tidak pernah punya pemain yang benar-benar ia idolakan di sepakbola.

Bintang Real Madrid itu menyebutkan nama-nama mantan bintang Portugal seperti Fernando Couto, Rui Costa, dan Luis Figo, sebagai sosok yang menjadi panutannya. Namun tak ada satupun di antara mereka yang ia anggap sebagai idola.

“Sejujurnya, saya tidak pernah melihat pemain manapun dan ingin menjadi mereka, ada banyak pemain hebat yang sudah berasal dari Sporting, namun saya selalu berpikir ke depan,” tutur Ronaldo pada UEFA.

“Saya sudah memikirkan tim nasional. Saya merasa bahwa bermain di klub besar amat sulit, namun saya akan bisa melakukannya, namun bermain di tim nasional lebih sulit. Dan ada banyak hal yang terjadi dengan cepat.”

“Saya bergabung dengan Manchester United, dan setelah beberapa saat, saya di timnas. Salah satu panutan saya adalah Fernando Couto, Rui Costa, dan Luis Figo, karena mereka adalah nama terbesar di sepakbola Portugal.”

Ranieri Antusias Kembali ke Chelsea Sebagai Juara

ranieri_92ce27b

bolaini.com – Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, mengatakan bahwa ia sudah tidak sabar lagi ingin kembali ke Chelsea sebagai juara Premier League di laga terakhir musim ini.

Hasil imbang Tottenham 2-2 melawan Chelsea kemarin memastikan Leicester, yang tidak diperhitungkan di awal musim, sebagai juara kompetisi tertinggi di Inggris untuk kali pertama dalam sejarah, dan mereka akan bermain melawan Chelsea di Stamford Bridge di laga nanti.

Ranieri sempat menangani Chelsea antara 2000 hingga 2004, namun ia tidak melihat kesempatan datang ke London Barat sebagai ajang balas dendam.

“Ini bagus, karena terakhir kali saya pergi dari Premier League, saya melalui para pemain saya lewat sebuah Guard of Honor. Itu luar biasa,” tutur Ranieri pada PA.

“Sekarang, saya akan kembali dengan cara yang sama. Ini tidak bisa dipercaya. Saya puas, namun tentu saja, bukan dalam artian balas dendam. Tidak, saya bukan orang yang ingin membalas dendam.”

“Saya tahu pekerjaan saya dengan baik dan kadang mungkin pemilik klub ingin perubahan dan anda tidak cocok dengan misi yang ia usung.”

Drinkwater Pastikan Leicester Bukan ‘One Season Wonder’

danny-drinkwater_396254e

bolaini.com – Danny Drinkwater mengatakan bahwa Leicester City tidak punya niat untuk mengendurkan permainan mereka, usai mengamankan gelar juara Premier League perdana mereka.

The Foxes membalikkan semua prediksi, untuk menjadi klub ke-24 yang sanggup mengklaim gelar juara Liga Inggris belum lama ini.

Namun demikian, alih-alih bersantai dan menikmati kesuksesan, Drinkwater mengatakan bahwa skuatnya ingin terus memberikan yang terbaik di musim kompetisi mendatang.

“Ini sedikit aneh. Kami sudah membuat banyak mimpi menjadi kenyataan,” tutur Drinkwater pada Sky Sports News.

“Ini adalah waktu yang brilian untuk menjadi bagian dari klub. Kami akan terus bertahan. Kami tidak akan mengalami penurunan kualitas – kami akan terus coba melangkah maju.”

Prestasi terbaik Leicester sebelumnya adalah dengan pernah finish di posisi runner-up liga pada musim 1928/29.

Chelsea Tahan Tottenham, Leicester Kampiun Liga Inggris 2015 / 16

026459500_1462222002-2016-05-02T202639Z_105222399_MT1ACI14368044_RTRMADP_3_SOCCER-ENGLAND-CHE-TOT

bolaini.com – Leicester City resmi menjadi juara Premier League. Kepastian itu didapat setelah Tottenham Hotspur  tertahan 2-2 di Stamford Bridge ketika menghadapi Chelsea di laga lanjutan Premier League, Senin (2/5/2016) atau Selasa dinihari WIB.

Tottenham mustahil mengejar peroleh poin Leicester City yang sudah mengemas 77 poin dengan sisa dua pertandingan melawan Everton dan Chelsea di pekan terakhir.

Hasil imbang ini membuat Tottenham yang duduk di peringkat dua membukukan 70 poin dan maksimal mendapatkan 76 poin di dua laga terakhir.

Drama terjadi di menit akhir pertandingan ketika pemain Chelsea, Eden Hazard mencetak gol penyeimbang untuk mengubah kedudukan menjadi 2-2. Pemain asal Belgia itu melepaskan bola melengkung ke gawang kiper Chelsea, Asmir Begovic. Gol tersebut tercipta di menit 82.

Sebelumnya, Chelsea mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui gol Gary Cahill di menit 58. Cahill menyambar bola liar dari tendangan penjuru. Gol tersebut membuat Tottenham panik dan gagal mempertahankan keunggulan.

Hasil imbang ini terasa menyakitkan bagi The Lily Whites. Pasalnya, Tottenham sempat memimpin dua gol lebih dulu. Gol Tottenham masing-masing dicetak oleh Harry Kane dan Son Heung-Min di babak pertama.

Pertandingan ini sudah berjalan memanas jelang akhir babak pertama. Bahkan, pelatih Tottenham, Maurico Pocchetino masuk ke lapangan untuk melerai adu mulut antara Danny Rose dengan Willian. Tensi pertandingan mencapai klimaks jelang bubar. Sejumlah pemain Tottenham kembali beradu mulut dengan pemain Chelsea ketika memasuki lorong ruang ganti.

“Saya ucapkan selamat kepada Leicester City,” kata kapten Chelsea, John Terry dalam wawancara setelah pertandingan

Sementara itu, Hazard tidak peduli Chelsea disebut memuluskan gelar juara ke Leicester. “Kami telah memainkan pertandingan penting hari ini di depan fans kami,” ucap pemain mungil ini.

Susunan Pemain

Chelsea: Asmir Begovic, Branislav Ivanovic, Gary Cahill, John Terry, Cesar Azpilicueta. Cesc Fabregas, John Obi, Mikel, Pedro (Eden Hazard), Nemanja Matic (Oscar), Willian, Diego Costa

Tottenham Hotspur: Hugo Lloris, Kyle Walker, Danny Rose (Ben Davies), Toby Alderweireld (Nacer Chadli), Jan Vertonghen, Son Heung-Min (Ryan Mason), Erik Lamela, Eric Dier, Mousa Dembele, Christian Eriksen, Harry Kane

 

Pochettino Pasrah Gelar Liga Inggris Terbang ke Leicester

055155500_1461015466-522283022

bolaini.com – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino pasrah kampiun Liga Inggris musim 2015/16 jatuh ke tangan rival terdekatnya, Leicester City.

Tottenham harus menyerahkan gelar juara ke tangan Leicester setelah bermain imbang 2-2 kontra Chelsea di Stamford Bridge, Senin (2/5/2016) atau Selasa dinihari WIB.

Dengan dua pertandingan sisa, Tottenham mustahil mengejar poin Leicester yang berstatus sebagai pemuncak klasemen. Selisih poin kedua kubu 7 poin. The Lily Whites maksimal mengantongi 6 poin dari duel kontra Southampton dan Newcastle United.

“Pertama –tama, saya ingin mengucapkan selamata kepada Leicester dan Claudio Ranieri. Terutam untuk pemain dan suporter mereka. Sangat mengecewakan, karena kami sebenarnya juga berada di jalur juara,” ujar Pochettino ikhlas.

Hasil imbang 2-2 ini memang terasa mengecewakan. Pasalnya, Tottenham sempat memimpin 2-0 di babak pertama. Sayang, The Lily Whites gagal mempertahankan keunggulan. Tottenham kebobolan melalui gol Gary Cahill dan Eden Hazard. “Ketika kami kemasukan, apapun bisa terjadi. Meski kecewa, saya bangga dengan perjuangan pemain.”

Duel mencapai titik ‘didih’ jelang bubaran. Para pemain Tottenham dan Chelsea saling terlibat adu pukul. Bahkan, Pochettino sempat melerai keributan antara Danny Rose dan Willian memasuki menit akhir babak pertama.

Bahkan di akhir babak kedua, keributan meluas hingga memasuki lorong ruang ganti. Beruntung, aksi tersebut tidak sampai meluas. Pelatih asal Spanyol itu maklum, karena Tottenham tengah berupaya menjaga peluang mereka menjadi juara. “Ini sepak bola dan kami semua laki-laki. Laki-laki harus menunjukkan, bila mereka kuat,” ujar dia.

Terlepas dari kegagalan tim asuhannya mengunci gelar Premier League, Pochettino menjamin, skuat asuhannya memiliki masa depan cerah. “Musim depan, kami harus lebih kuat dan mencoba kembali merebut title.”

Roma dan Napoli Saling Sikut Demi Runner Up Serie A

079429000_1461629774-_20160426AFP_Roma_vs_Napoli_04

bolaini.com – Saling sikut demi status runner-up semakin seru di penghujung Serie A setelah Juventus
merebut Scudetto lima kali beruntun. AS Roma dan Napoli masih bertarung agar bisa finis di posisi kedua. Kedua kubu kini terpaut 2 poin.

Roma dan Napoli sama-sama memetik kemenangan di pekan ke-36. Serigala Roma menang tipis atas Genoa dengan skor 3-2 di Stadio Communale Luigi Ferraris dan Napoli memetik kemenangan 2-1 ketika bersua Atalanta.

Pertandingan Roma kontra Genoa berlangsung alot. Roma besutan Luciano Spalleti bahkan sempat
tertinggal 1-2. Genoa mencetak dua gol, membalas gol Mohamed Salah pada menit ke-6. Sepasang gol Genoa masing-masing dicetak Panagiotis Tachtsidis dan Leonardo Pavoletti. Beruntung,

I Giallorossi mampu mencetak dua gol lagi melalui Francesco Totti di menit 77 dan Stephan El Shaarawy sepuluh menit kemudian. Kendati memetik tiga poin, Roma harus puas berada di peringkat 3 dengan mengemas 74 poin. Setelah menghadapi Genoa, Roma bakal ditantang Chievo dan AC Milan.

Sementara itu, di pertandingan lainnya, Napoli juga menuai kemenangan ketika menjamu Atalanta
di Stadion San Paolo. Gonzalo Higuain memborong dua gol kemenangan Napoli. Sedangkan, Atalanta mendapat gol gratis. Setelah bek Raul Albiol melakukan gol bunuh diri di menit 85.

Hasil positif ini membuat Roma mengemas 76 poin. Upaya Napoli untuk menduduki runner-up Premier League terhitung mudah. Pasalnya, di dua laga terakhir, Napoli menghadapi Torino dan Frosinone.

Dendi Santoso Menepi 2 Bulan

bolaini.com – Pemain Arema Cronus, Dendi Santoso harus menepi dua bulan setelah mengalami cedera betis ketika membantu Singo Edan menundukkan Persiba Balikpapan di laga perdana Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredo, akhir pekan lalu.

Dari hasil pemeriksaan, Dendi mengalami cedera di tulang fibula. Karena cedera tersebut, mantan pemain Timnas U-23 Indonesia ini harus dilarikan ke rumah sakit ketika pertandingan memasuki jeda babak pertama.

“Kata dokter harus absen paling tidak dua bulan. Sebab cederanya pada bagian tulang kering kecil di bagian kaki kanan,” ujar Dendi Santoso, yang ditemui di Ijen Suites.

Dia kini berada di Ijen Suite Hotel dan batal dirujuk ke RS Persada karena dokter spesialis tulang yang menangani atlet baru tiba di Rumah Sakit, Senin (2/5/2016). Praktis, penanganan cedera Dendi sempat tertunda.

“Belum ada dokter ahli tulang yang juga menangani permasalahan atlet. Jadi senin malam baru bertemu,” beber Dendi.

Dari hasil pemeriksaan pertama RSUD Kepanjen, Dendi harus segera menjalani operasi. “Tetapi juga disarankan untuk menjalani operasi di tangan yang tepat. Makanya masih mau konsultasi dan menunggu observasi dari dokter di RS Persada lagi,” ujarnya.

Suami dari Vivi Santoso ini menambahkan, waktu pemulihan membutuhkan waktu lebih lama karena cedera tersebut mempengaruhi kekuatan tumpuan. “Karena kalau dilihat dari hasil rontgen tulangnya hampir putus Sehingga, harus benar-benar pulih baru beraktivitas lagi. Ini sudah menjadi risiko pemain bola,” tutupnya.

Mahrez: Kemenangan Harus Diraih Pekan ini

Mahrez-Akui-Leicester-Klub-Terbaik-640x288

bolaini.com – Pemain andalan Leicester City, Riyad Mahrez menegaskan bahwa tim harus bisa memastikan kemenangan mereka pada pekan ini.

Nantinya skuat arahan Claudio Ranieri akan bertemu dengan Manchester United, dan jika mereka memenangkan kontranya, mereka dipastikan akan menjadi juara Liga Inggris musim ini.

“Kami harus bisa berjuang keras untuk bisa meraih kemenangan pada pekan ini, ini sangat menjadi penentu kami mengangkat trophy Liga Inggris,” Kata Mahrez.

“Ini merupakan kesempatan emas, kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan bagus ini, bisa saja kami terpuruk kedepannya jika kami menyepelekannya,”

Thon: Munchen Sudah Terbiasa Lemahkan Rival

Thon-Munchen-Sudah-Terbiasa-Lemahkan-Rivalnya-640x288

bolaini.com – Bayern Munchen tercatat sudah terbiasa lemahkan para rival terdekat dengan membeli para pemain bintang klub tersebut.

Menurut Olaf Thon, sebagai salah satu contohnya adalah dengan mendekati bek milik Borussia Dortmund, Mats Hummels yang akan hengkang dan diisukan akan segera mengikuti jejak mantan rekannya, Mario Gotze dan Robert Lewandowski yang menyebrang ke tim rival.

Pada tahun 2009, sebelum gabung dengan Dortmund, Hummels merupakan lulusan dari akademi Munchen, dan ia juga sempat bermain sebagai pemain pinjaman kurang lebih selama semusim.

Dalam sebuah wawancara, Thon mengatakan “Munchen sudah terbiasa melemahkan rivalnya dengan membeli pemain bintang mereka. Sebagai contohnya adalah mereka membeli Manuel Neuer dari Schalke.”

“Munchen saat ini juga tengah mengincar Hummels dari Dortmund.”

“Jika ingin persaingan tetap ada, pihak Dortmund seharusnya tak membiarkannya hengkang. Karena jika ia hengkang, Hummels sangat apik dengan duetnya bersama Jerome Boateng.”

1 2 3 239