Dortmund Cemerlang, Werder Bremen Susah Payah Menang

076056000_1440973609-hummels_2

bolaini.com – Penampilan ciamik Borussia Dortmund di ajang Bundesliga 2015 – 2016 berlanjut. Kali ini, Hertha Berlin yang menjadi korbannya dengan ditekuk 3-1.

Bermain di depan pendukungnya sendiri yang memadati Stadion Signal Iduna Park, Minggu (30/8/2015) Borussia Dortmund mengambil inisiatif penyerangan sejak awal laga.

Namun, Dortmund harus menunggu sampai 27 menit untuk mencetak gol pertamanya. Mats Hummels memecah kebuntuan Dortmund melalui tandukan jarak dekat usai memanfaatkan sepak pojok Shinji Kagawa.

Pierre-Emerick Aubameyang menggandakan keunggulan Dortmund di menit ke-51. Tendangan kaki kirinya dari dalam kotak penalti gagal diselamatkan Thomas Kraft.

Hertha sempat membalas melalui gol Salomon Kalou pada menit ke-78. Namun, Adrian Ramos memastikan Dortmund menang 3-1 melalui golnya di masa perpanjangan waktu.

Dari Werserstadion, tuan rumah Werder Bremen harus bersusah payah melewati hadangan Borussia Monchengladbach. Werder Bremen menang tipis 2-1.

Penalti Arin Johannsson di menit ke-39, dibalas Monchengladbach melalui gol Lars Stindl di menit ke-45. Kemenangan Bremen dipastikan melalui gol Jannick Vestergaard di menit ke-53.

Susunan Pemain:

Borussia Dortmund (4-3-3): Burki; Ginter, Sokratis, Hummels, Schmelzer; Gundogan, Weigl, Kagawa; Reus, Mkhitaryan, Aubameyang.

Hertha Berlin (4-5-1): Kraft; Pekarik, Langkamp, Brooks, Plattenhardt; Stocker, Darida, Lustenberger, Skjelbred, van den Bergh; Haraguchi.

Werder Bremen (4-4-2): Wiedwald; Garcia, Mulongoti, Vestegaard, Selassie; Fritz, Junuzovic, Garcia, Bargfrede, Johannsson, Ujah.

Borussia Monchengladbach (4-4-2): Sommer; Brouwers, Wendt, Schulz, Jantschke; Nordveit, Herrmann, Hazard, Xhaka; Araujo,

MU Tumbang, Van Gaal Ogah Beli Pemain Baru

020413000_1440671289-h_52135843

bolaini.com – Manchester United menelan kekalahan perdananya di ajang Liga Premier Inggris musim 2015 – 2016 saat berhadapan melawan Swansea City. Hasil negatif itu tak membuat pelatih Louis van Gaal panik dan mendatangkan tambahan amunisi anyar.

Bertandang ke Liberty Stadium pada partai keempat Liga Premier Inggris 2015 – 2016, Minggu (30/8/2015) malam WIB, Manchester United tumbang dengan skor tipis 1-2.

Padahal, MU unggul lebih dahulu melalui gol Juan Mata pada menit ke-48. Namun, Andrew Ayew membalasnya pada menit ke-61. Kemenangan Swansea City dipastikan melalui gol Batefimbi Gomis ima menit berselang.

“Kekalahan ini tak mempengaruhi apapun. Ketika Anda memantau pemain, maka Anda akan mendatangkannnya dalam satu atau dua bulan. Kami tak dalam situasi panik jadi kami tak perlu membeli pemain baru,” tegas van Gaal seperti dilansir Sky Sports.

“Berkaca dari pertandingan, saya rasa kami mendominasi penuh jalannya pertandingan. Sayangnya, kami tak bisa mencetak gol lebih banyak dan kebobolan,” ia menambahkan.

Perkataan van Gaal memang ada benarnya. Setan Merah tercatat memiliki 64 persen penguasaan bola dan 11 percobaan tembakan ke arah gawang. Namun, Wayne Rooney dkk hanya mampu menyarangkan satu gol.

Ini menandai kekalahan ketiga MU dari Swansea City secara beruntun. Hasil ini menempatkan MU di posisi kelima klasemen sementara dengan tujuh poin. Swansea City menempati posisi keempat dengan satu poin lebih banyak dibandingkan MU.

Kontestan Grup D Piala Presiden Janji Hormati Keputusan Wasit

092780400_1440950003-grup_d

bolaini.com – Kekuatan kontestan penghuni Grup D Piala Presiden 2015 yakni Gresik United, Pusamania Borneo FC, Persipasi Bandung Raya, dan PSM Makassar boleh dibilang merata. Kondisi itu yang membuat peta persaingan di Grup D akan ketat.

Potensi gesekan maupun benturan sangat mungkin terjadi di lapangan demi mengemas kemenangan di setiap pertandingan. Tekanan harus menang bisa saja membuat mental pemain terprovokasi oleh keputusan wasit sebagai pengadil di lapangan.

Sadar akan hal itu, pelatih para kontestan untuk sepakat menghormati apapun keputusan wasit.

“Bagi kami Piala Presiden adalah wadah untuk kembali menghidupkan kembali kompetisi yang sudah lama vakum. Jadi sudah kewajiban kami untuk menyukseskan ajang ini tanpa ada konflik atau insiden di lapangan,” ujar Iwan Setiawan, pelatih Pusamania Borneo FC.

Hal sama dikatakan Assegaf Razak, pelatih PSM. “Meski kami sangat menginginkan gelar, saya sudah intruksikan kepada pemain agar jangan coba-coba melawan wasit. Intinya kami ingin citra Piala Presiden bersih. Apalagi semua partai disiarkan langsung,” jelas Assegaf.

Blitz Tarigan, asisten pelatih Persipasi Bandung Raya, mengungkapkan klubnya tidak ingin Piala Presiden bernasib sama dengan Piala Kemerdekaan yang bermasalah dengan kepemimpinan wasit.

Di sisi lain, aturan tegas Mahaka Sports and Entertainment terkait masalah adminitrasi pemain juga mendapat apresiasi para kontestan. Seperti PBFC yang membatalkan niatnya memakai jasa Alan Bruno. “Kami juga ingin menepis isu yang menyatakan Borneo FC akan meminjam Boaz Solosa dari Persipura,” ungkap Iwan.

Hal sama dikatakan Assegaf yang terpaksa melupakan bek tengah Boman Aime (Pantai Gading) meski skuatnya bermasalah di lini belakang. “PSM akan memaksimalkan pemain yang ada,” jelas Assegaf.

Babak penyisihan Grup D akan dimulai dengan partai PSM vs Gresik United pada sore hari dan dilanjutkan pertemuan PBR vs Pusamania Borneo FC. Kedua pertandingan digelar di stadion yang sama, Andi Mattalatta Mattoangin, Senin (31/8/2015).

Ode untuk Pavel Nedved: Siluet Kuning dari Republik Ceska

059377700_1440942123-h_01747517

bolaini.com – Mereka menyebutnya Furia Ceca. Mereka juga ada yang menyebutnya Meriam Republik Ceska. Namun bagi saya, dia adalah siluet kuning dari Republik Ceska. Ini adalah ode atau lirik pujian untuk salah satu pesepak bola penting di abad ke-20, Pavel Nedved.

Sebuah olahraga bernama sepak bola telah berusia ratusan tahun dan tentunya sudah banyak pemain profesional lalu lalang. Banyak yang dipuji sebagai Tuhan, banyak juga diinjak-injak bak babu paling hina. Semua punya cerita saat mereka mempertaruhkan semuanya untuk sebuah bola seberat kurang lebih 400 gram ini.

Tak jarang dari sekian banyaknya pemain, mereka punya ciri khas. Edgar Davids punya trademark dengan kacamata pelindungnya. Roberto Baggio punya kuncir abadinya, Ruud Gullit dengan dreadlock uniknya. Pavel Nedved? Dengan rambut kuning emasnya. Namun apa yang dilakukannya dilapangan hijau lah yang bakal dikenang ketimbang kemiripannya dengan aktor Owen Wilson.

13 Mei 2003. Di tanggal itu dihelat partai semifinal Liga Champions dan tengah pagi buta bukanlah waktu yang ideal bagi saya yang kala itu masih berusia 13 tahun menyalakan televisinya. Gianluca Zambrotta yang kala itu memilih untuk mengubah gaya rambutnya menjadi lebih klimis mengangkat bola melewati kepala para pemain Real Madrid di menit ke-72. Michel Salgado dan Fernando Hierro mencoba untuk mengejarnya.

Akan tetapi seperti halnya memori dalam otak saya, mereka cuma melihat siluet kuning dengan baju hitam putih bergerak lebih cepat dari mereka. Bahkan Iker Casillas yang kala itu sudah mulai didapuk sebagai kiper paling potensial, berusaha menghalau bola tendangannya tapi tetap saja akhirnya jala gawang Madrid tetap bergetar.

Memang ini bukanlah memori pertama mengapa saya jatuh cinta kepada sepak bola. Seingat saya, memori pertama saya adalah ketika di tahun 1999, di mana Parma merengkuh trofi Piala UEFA saat membabat Marseille tiga gol tanpa balas. Akan tetapi memori itu sudah sangat buram, beda halnya dengan memori siluet kuning. Terlihat jelas seperti mata saya yang mengetik ode ini di layar komputer.

 

Lari, lari, lari dan lari. Pria yang kini berusia 42 tahun itu tampaknya tak pernah mengenal arti kata berhenti sejenak. Itulah yang membawa saya mencondongkan badan dari sofa ke arah TV ketika pertama kalinya menonton aksi Nedved. Lari, lari, lari dan lari juga alasan mengapa mantan direktur Juventus, Luciano Moggi memilih untuk memboyongnya dari Lazio di tahun 2001.

“‘Orang ini selalu mencetak gol ketika berhadapan dengan Juventus, jadi solusi simpelnya adalah kita memboyongnya’ itu adalah kata-kata yang saya ungkapkan kepada Roberto Bettega dan Antonio Giraudo pada 2001. Terlepas dari apa yang dibuatnya menjengkelkan, Pavel Nedved adalah pemain hebat: gelandang serang, kualitas teknik yang bagus, tak punya kelemahan baik di kaki kiri dan kaki kanannya. Semuanya dilengkapi dengan badan yang tak pernah lelah.”

“Saya ingat kami harus memaksanya untuk berhenti berlatih karena bila tidak, dia akan terus berlari. Singkatnya, dia adalah tipe pemain Juventus: hanya ada pikiran soal sepak bola dan keluarga,” tulis Moggi dalam bukunya Il pallone lo porto io. Calcio, trattative e spogliatoi: tutto quello che non ho mai detto (Sepak bola, negosiasi dan loker pemain: Kata-kata yang tak pernah diungkapkan sebelumnya).

Lalu dari mana sumber kekuatan Nedved yang sepertinya tak ada habisnya? Jawabannya adalah alam. Pria yang lahir di kota kecil bernama Cheb itu menganggap kalau rindangnya pohon dan segarnya udara merupakan hal tak terpisahkan darinya. Itulah mengapa dia suka bermain sepak bola dan golf belakangan ini.

“Di belakang rumah saya terlihat jelas ada pegunungan Alpen. Bergaul dengan alam adalah bagian dari kehidupan saya, ini mengingatkan saya dengan kenangan masa lalu. Saat masih di kota kecil Skalna, saya kerap kali berlarian di pegunungan dan mencuri buah dengan teman baik saya, Tomas,” kata Nedved kepada Financial Times.

Ternyata kekuatannya tak hanya bersumber dari mother nature saja. Kesederhanaan dan tak neko-neko seperti kebanyakan pesepak bola sekarang menjadi alasan mengapa dia patut mendapat acungan jempol. Selama kehidupan keluarganya tak terganggu dia tak merasa harus mengumpulkan setiap uang yang ada di dunia.

“Ya, itu adalah rahasia mengapa saya bisa seperti ini. Ayah saya mengatakan, ‘Kamu seperti halnya orang lain, kecuali setiap hari Minggu kamu bermain sepak bola selama 90 menit.’ Apa yang dikatakannya memang benar,” ucap Nedved dalam sesi wawancara dengan Gazzetta dello Sport.

“Ketika sebuah perusahaan mengontak saya untuk berupaya membujuknya maka itu hanya buang-buang waktu. Dia melihat saya dengan alisnya yang dinaikkan dan hanya berkata: ‘Mino, Anda kenal saya cukup dekat.’ Tak ada jumlah uang yang bisa mengganggu kehidupan keluarganya yang stabil.”

“Saya mendapatkan tawaran dari Jepang dengan jumlah yang bahkan tidak pernah menyamai apa yang bakal didapatkan Zidane. Namun dengan simpel dia menolak karena tak ingin anaknya berganti sekolah,” tambah Mino Raiola selaku agennya dalam wawancara dengan Hattrick.

Akan tetapi Nedved juga bukanlah pesepak bola yang tak luput dari catatan merah. Pria yang sempat diharapkan orang tuanya yakni Vaclav and Ana untuk menjadi akuntan ini juga sempat melakukan kesalahan fatal. Tekel ke arah kaki Steve McManaman menjadi salah satu cacat yang tak pernah bisa hilang dari benaknya dan juga benak saya.

Delapan menit jelang bubaran semifinal Liga Champions 2003, penggondol Ballon d’Or itu merentangkan kakinya dengan panik. Padahal perguliran bola masih berada di tengah dan gawang Gianluigi Buffon sama sekali tak terancam. Akibat dari tekelnya itu, wasit Urs Meier asal Swiss menarik kartu kuning dari saku.

Hanya kartu kuning kan lalu apa masalahnya? Masalahnya adalah Nedved keburu mendapat dua kartu kuning dan artinya dia tak bisa diturunkan Marcello Lippi di final Liga Champions kontra AC Milan. Badan kokohnya pun ambruk menahan tangis dan sisanya bisa Anda cari sendiri di Wikipedia. Rossoneri menjadi kampiun Liga Champions dalam laga yang disebut-sebut sebagai laga final paling membosankan dalam sejarah.

“Saya tidak layak diberi kartu,” ucap Nedved singkat usai pertandingan.

Nedved juga pernah mendapat kritik negatif pada November 2007 setelah tekelnya kepada gelandang Inter Milan, Luis Figo. Hantamannya membuat Figo harus naik meja operasi karena tulang fibulanya patah. Pada Apri 2008, dia juga harus menghabiskan semalaman di rumah sakit karena kepalanya bocor dalam pertandingan kontra Palermo. Bukan karena kecelakaan, tapi karena suami Ivana ini menanduk Roberto Guana.

Terlepas dari catatan merahnya. Kehadiran Nedved yang memesona saat bersama Lazio dan Juventus membuat dampak positif dalam dunia sepak bola Italia dan dunia. Kebanyakan dari kita akan mengenangnya sebagai pemain enerjik di generasinya, pemain yang meneror bek-bek lawan dengan kecepatannya. Tak hanya itu Nedved juga punya tendangan maut super keras yang membuat kualitasnya sebagai pebola kian komplet.

Apa yang membuat saya terkesan adalah semasa aktif bermain dia tak melambat dengan menuanya umur. Kekalemannya dalam memandang hidup berubah 180 derajat ketika menginjakkan kaki di lapangan. Mungkin karena ini pula, sorot lampu media tak begitu terang mengarah kepadanya karena Nedved memang tidak pernah mau kehidupannya terganggu.

Ini Ode untuk Pavel Nedved..

Siluet kuning dipadu dengan baju hitam putih menjadi salah satu kenangan yang masih terpatri cukup jelas di ingatan saya

Otak manusia memang unik, bagian vital di tubuh manusia ini bisa menghafal rumus paling rumit dalam dunia matematika dan fisika

Namun otak juga bisa melupakan hal-hal sepele, seperti di mana kita menyimpan kunci motor, dompet dan sebagainya

Bagi saya, salah satu memori yang tak ingin hilang dari otak saya adalah siluet kuning dipadu dengan baju hitam putih bernama Pavel Nedved

Dan mungkin saya bukan satu-satunya orang yang berkeinginan seperti itu.

 

Bungkam Carpi, Mancini Desak Inter Milan Boyong Muka Baru

030026700_1438061479-20150728-Pertandingan_Persahabatan-Cina-Real_Madrid_Inter_Milan7

bolaini.com – Pelatih Inter Milan, Roberto Mancini mendesak manajemen klub untuk memboyong muka baru jelang penutupan bursa transfer.

Selama dua pekan, semua gol Nerazzurri disumbangkan oleh Stevan Jovetic. Apa yang dilakukan pemain asal Montenegro itu membuat rekor kemenangan Inter masih 100 persen. Terakhir, dia mencatatkan namanya dua kali ketika timnya menang 2-1 atas Carpi, Senin (31/8/2015). Menurut Mancini, ketergantungan terhadap Jovetic tak boleh dibiasakan.

“Faktanya adalah tim ini terbuat dari skuat yang kecil dan beberapa peran tidak terpenuhi. Terlepas kedatangan dari Ivan Perisic, kita akan melihat apa yang terjadi besok,” ucap pria dengan sapaan akrab Mancio kepada Sport Mediaset.

“Senang rasanya bisa memenangkan laga ini, tapi tim masih bisa tampil lebih bagus lagi. Inter kebobolan gol yang absurd meski Carpi berjuang keras. Saya mengatakan kepada pelatih lawan, yakni Fabrizio Castori, kalau mereka bisa bertahan jika terus mempertahankan performa.”

Dalam kesempatan ini, mantan juru gedor Sampdoria itu ditanya soal peluang Hernanes merapat ke Juventus. Dia juga tak lupa mengirimkan pujian kepada para pemainnya secara khusus.

“Jeison Murillo dan Joao Miranda tampil prima malam ini. Lini pertahanan bermain bagus dan seharusnya kami bisa memastikan kemenangan lebih awal. Sepanjang laga Inter menciptakan peluang emas tapi itu seharusnya dimaksimalkan.”

“Hernanes? Dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Alasan mengapa dia tidak bermain secara penuh adalah karena Hernanes mengalami cedera,” tutup Mancini.

4 Pemain Gresik United Ini Bakal Jadi Pembeda saat Hadapi PSM

043209900_1440768903-Gresik_United_01_zaidan_nazarul

bolaini.com – Gresik United akan memulai kiprahnya di babak penyisihan Grup D Piala Presiden 2015, saat berhadapan dengan tuan rumah, PSM Makassar di Stadion Gelora Andi Mattalatta, Senin (31/8/2015) jam 15.00 WIB. Tidak mudah bagi anak-anak asuhan Lestiadi untuk menaklukkan PSM di kandang lawan.

Meski begitu, Laskar Joko Samudro memiliki optimisme tinggi bisa menjungkalkan Ferdinand Sinaga dkk. di laga perdana Grup D turnamen gagasan Mahaka Sports and Entertaiment ini. Apalagi, Gresik United memiliki beberapa pemain yang bisa diandalkan dalam laga tersebut.

Siapa saja pemain andalan Gresik United unntuk bisa membawa kemenangan di laga perdana Piala Presiden? Berikut prediksi yang sudah dirangkum

1. Muhammad Ridwan (Kiper)

Nama Muhammad Ridwan mungkin tidak terlalu populer di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Meski begitu, kiper berusia 24 tahun tersebut merupakan salah satu penjaga gawang muda berbakat yang dimiliki Indonesia.

Pria kelahiran 26 Maret 1991 tersebut pernah menjadi salah satu penggawa Timnas Indonesia U-22 pada tahun 2012. Apalagi, kiper yang lahir di kota Tangerang tersebut memiliki kemampuan membaca arah bola yang baik. Selain itu, Ridwan mempunyai antisipasi yang bagus, ketika melakukan duel dengan para striker di udara.

Gresik United akan berharap banyak padanya untuk menahan gempuran dari trio striker PSM, Ferdinand Sinaga, Muchlis Hadi Ning, dan Maldini Pali pada laga perdana Grup D Piala Presiden. Wajib ditunggu, kemampuan Ridwan untuk membawa Gresik United meraih kemenangan.

2. Rendy Siregar (Bek Tengah)

Siapa yang tidak mengenal nama Rendy Siregar? Nama tersebut sangat sering didengar para pecinta sepak bola Indonesia. Pasalnya, bek tengah berusia 28 tahun tersebut sudah malang melintang membela banyak klub di persepak bolaan Tanah Air.

Kemampuannya menghentikan pergerakan striker sudah tidak perlu ditanyakan dan diragukan lagi. Arah membaca pergerakan lawan juga sudah dihafal di kepalanya. Selain itu, Rendy mempunyai insting untuk menciptakan gol, saat ikut membantu rekan-rekannya di lini depan ketika mendapatkan sepakan pojok.

Apalagi, Rendy memiliki kemampuan untuk memenangkan duel satu lawan satu dan duel udara saat berhadapan dengan para striker lawan. Untuk itu, mantan pemain Sriwijaya FC tersebut diharapkan bisa mematikan pergerakan-pergerakan pemain depan PSM, saat laga perdana Grup D Piala Presiden 2015.

3. Bima Sakti (Gelandang Tengah)

Pemain berumur 39 tahun tersebut sudah tidak perlu diragukan lagi kapasitasnya sebagai pemain bola profesional di Indonesia. Gelandang asal Balikpapan itu merupakan salah satu produk lokal terbaik yang dimiliki Indonesia pada eranya.

Pemain yang populer dengan nomer punggung 11 tersebut, pernah membela Timnas Indonesia dari tahun 1995-2001. Di level klub, Bima Sakti pernah mengantarkan PSM menjadi juara Liga Indonesia, serta mendapatkan penghargaan pemain terbaik Liga Indonesia pada musim 1999-2002.

Kemampuan memanjakan pemain depan untuk menciptakan gol melalui umpan matangnya sangat diperlukan Gresik United saat menghadapi PSM di laga perdana Grup D Piala Presiden. Apalagi, Bima Sakti memiliki akurasi tendangan yang baik saat mengeksekusi tendangan bebas. Selain itu, pengalamannya yang pernah membela Juku Eja diharapkan bisa membantu rekan-rekan setimnya untuk mempelajari permainan PSM di laga tersebut.

4. Yusuf Effendi (Striker)

Striker berumur 27 tahun tersebut diharapkan oleh Gresik United untuk bisa membobol gawang PSM. Apalagi, Yusuf memiliki akurasi tendangan yang baik di dalam kotak penalti.

Sealin itu, pemain berdarah Banyuwangi tersebut disebut Liestiadi pemain cerdas. Ia jago dalam penempatan posisi. Dalam momen tertentu ia bisa jadi pemain pemutus kebuntuan.

Liestiadi yakin anak asuhnya yang satu ini akan bersinar di Piala Presiden. Gaya mainnya yang belum dihafal banyak tim pesaing akan mempermudah dirinya menjebol gawang para pesaing.

 

Tiga Kiper Membuat Pelatih Martapura FC Bisa Tidur Nyenyak

092060000_1440959554-ALI_BUDI_RAHARJO_1_ROB

bolaini.com – Senin (31/8/2015) pagi pukul 08.00 WIB, rombongan tim Martapura FC bertolak ke Bandung untuk melakoni babak penyisihan Grup A Piala Presiden yang berlangsung 2-10 September 2015. Kekuatan tim asuhan Frans Sinatra Huwae ini sebanyak 22 pemain, termasuk tiga kiper di dalamnya.

Yang menarik justru jajaran penjaga gawang tersebut. Nama kiper binaan asli Martapura FC, Ali Budi Raharjo, tak ada di daftar rombongan itu. Ali melakukan tindakan indisipliner sehingga terpaksa ditinggal.

“Ali sudah ikut saya di tim ini sejak Divisi Dua. Jadi jangan ditanya soal jasanya untuk Martapura FC. Tapi, saya harus tetap tegas terhadap hal-hal yang prinsip kepada semua pemain. Terutama sikap dan motivasi untuk berlatih rutin. Karena mereka sudah jadi pemain profesional, jadi komitmen pilihan hidup itu harus dipegang teguh. Soal Ali Budi Raharjo, dia mengaku sulit untuk berlatih pagi hari,” ungkap Frans Sinatra, pelatih Martapura FC.

Padahal, latihan pagi harus diikuti semua pemain tanpa terkecuali. Meski Ali Budi Raharjo berjasa besar, dia diputuskan tidak diajak ke Bandung.

“Saya tak pandang bulu, apakah itu anak sendiri atau pemain lain. Kalau mereka tak disiplin dan rajin berlatih, saya tak segan-segan mencoretnya. Padahal, sejak awal saya ingin orbitkan Ali jadi kiper lokal yang bisa jadi pemain besar di kemudian hari. Tapi, nampaknya dia belum siap untuk jadi pemain hebat,” papar mantan gelandang timnas era 1990-an ini.

Manajemen klub lantas memanggil pulang kembali kiper kawakan Husni Mugni, Fauzal Mubarok, dan kiper muda Beni Yoewanto yang musim lalu berbaju Persipasi Bandung Raya (PBR).

“Beni jebolan SAD Uruguay. Dia pernah dididik Akademi Arema. Usianya juga masih muda, tapi talentanya bagus. Makanya kami rekrut dia di Piala Presiden ini. Soal Husni Mugni dan Fauzal Mubarok, mereka sudah kaya pengalaman. Keduanya sudah pernah membela klub-klub ISL,” ungkap Hariyanto, asisten pelatih kiper.

Khusus Husni Mugni, dia pernah lama jadi pilar utama Barito Putera dan ikut mengangkat prestasi klub itu dari Divisi Utama ke ISL. Musim lalu, jika kompetisi tak berhenti, Husni Mugni resmi berbaju Persiba Balikpapan.

“Tanpa nama Ali Budi Raharjo, kami masih punya Husni Mugni yang juga asli Kalsel. Saya pikir pos di penjaga gawang sangat kompetitif. Meski Husni dan Fauzal lebih senior, tak ada jaminan mereka berdiri di bawah mistar. Saya akan pasang kiper yang paling siap secara fisik dan mental,” ujar Hariyanto.

Soal Fauzal Mubarok, sebenarnya klub berjuluk Laskar Sultan Adam ini sempat ingin memboyong Fauzal untuk proyeksi Divisi Utama yang batal terselenggarakan lalu. Namun, manajemen klub Kota Intan ini kalah cepat dari Persijap Jepara.

“Tapi, kami berjodoh di Piala Presiden. Kebetulan saat itu Fauzal sedang main tarkam di Banjarmasin. Jadi sekalian kami ajak di turnamen ini. Tiga kiper ini membuat saya bisa nyenyak tidur, karena saya tahu kualitas mereka,” kata Hariyanto.

RD Sebut Masalah KITAS Mbida Messi Sebuah Kecerobohan

023759800_1419410061-Rahmad_Darmawan_3

bolaini.com – Turnamen Piala Presiden 2015 kemungkinan besar berakhir bagi Mbida Messi. Rekrutan anyar Persija Jakarta itu masih terkendala Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang sudah kedaluwarsa sejak 31 Juli.

Saat Persija takluk 0-3 dari Bali United, Minggu (30/8/2015), Messi yang diproyeksikan mengisi tim inti Macan Kemayoran sama sekali tidak dimasukan dalam susunan pemain. Akhirnya diketahui bahwa mantan pemain Persiram Raja Ampat itu mengalami masalah dengan KITAS.

“Sebetulnya ceroboh karena Messi sudah latihan seminggu dengan kami. Seminggu itu sudah kelihatan, mestinya kami tanya dong KITAS bagaimana,” ucap Rahmad.

“Masa bisa sampai tidak tahu kalau KITAS-nya habis. Jujur saja saya kaget,” ia menambahkan.

Absennya Messi diakui Rahmad menganggu skema yang ingin diterapkannya saat takluk dari Bali United. Pasalnya, gelandang berusia 34 tahun itu masuk dalam skema formasi ideal yang diusungnya.

Gara-gara absennya Messi, beberapa pemain Persija tak bermain di posisi terbaiknya saat melawan Bali United.

“Ya pasti mengganggu sekali. Dalam uji coba, dalam latihan, Messi masuk dalam starting eleven kami,” kata pelatih asal Metro, Lampung ini.

Preview Swansea vs MU: Ujian Bagi Rooney dan Van Gaal

092573200_1440685453-Swansea-City-vs-Manchester-United

bolaini.com – Bermodal catatan tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir Premier League membuat Manchester United diunggulkan memetik kemenangan saat bertandang ke markas Swansea City di Stadion Liberty, Minggu (30/8/2015) malam WIB.

Namun, bukan berarti Setan Merah tanpa cacat. Pasalnya Wayne Rooney Cs. hanya mampu mencetak dua gol dari tiga pertandingan. Berbanding terbalik dengan The Swans yang mampu mengemas lima gol dari tiga pertandingan.

Rooney yang musim ini mengemban tugas sebagai penyerang tunggal gagal menunjukkan penampilan ciamiknya dalam tiga pertandingan pembuka Premier League. Penyerang asal Inggris itu gagal mencetak satu gol pun yang membuatnya mendapatkan banjir kritik dari para pengamat maupun fans MU.

Tapi, hat-trick Rooney saat membungkam Club Brugge 4-0 di leg kedua babak playoff Liga Champions menghadirkan angin segar bagi publik Old Trafford. Rooney sendiri mengakui ketiga golnya ke gawang wakil Belgia itu sangat penting jelang menghadapi Swansea.

“Tentu saja sebagai striker Anda ingin mencetak gol. Saya tahu kualitas saya dan apa yang bisa saya bawa untuk tim,” ungkap Rooney usai mencetak trigol ke gawang Brugge.

Namun apalah arti hat-trick Rooney di Liga Champions jika tak mampu diulangnya ketika melawan Swansea. Ujian berat memang bagi Rooney mengingat pertahanan Swansea yang cukup baik dengan hanya satu kali kebobolan dari dua laga saat bermain di Stadion Liberty.

Bukan hanya Rooney yang akan mendapatkan ujian berat pada laga ini, manajer MU, Louis van Gaal dipastikan akan menjadi sorotan. Pasalnya pada musim lalu, meneer 64 tahun ini gagal mengalahkan Swansea City dalam dua pertemuan Premier League.

MU dua kali takluk dari Swansea City pada musim lalu dengan skor 2-1 pada pertemuan pertama lewat gol Ki Sung-yueng dan Gylfi Sigurdsson. Gol balasan MU dicetak oleh Wayne Rooney.

Pada pertemuan kedua, Manchester United kembali takluk 1-2 lewat gol Ki Sung-yueng dan Bafetimbi Gomis. Sdapun gol Setan Merah dicetak Ander Herrera.

Catatan itu jelas tak mau diulang Van Gaal saat bertandang melawan anak asuh Garry Monk. “Saya tak mau kalah lagi. Ini satu-satunya klub yang tidak bisa kami kalahkan atau minimal mendapat satu poin pada musim lalu. Saya berharap kami dapat meningkatkan performa dan kami bisa menunjukkan telah lebih baik dari tahun lalu,” ungkapnya.

Ada sosok menarik yang harus diwaspadai Van Gaal. Dia adalah Ki Sung-yueng. Gelandang asal Korea Selatan itu tercatat selalu berhasil mencetak gol dalam dua pertemuan melawan MU musim lalu. Dan, pada pertandingan nanti, Monk bisa menurunkan Ki yang sudah pulih dari cedera hamstring.

Pada pertandingan nanti, Van Gaal juga dipastikan tidak bisa menurunkan Adnan Januzaj dan Phil Jones yang masih berkutat dengan cedera. Tapi, Marouane Fellaini dan Marcos Rojo sudah bisa dimainkan. Rasa optimistis tinggi memenangkan pertandingan pun langsung membumbung tinggi di benak skuat MU.

“Kami sangat percaya diri sekarang. Musim lalu kami memberikan enam poin pada mereka, jadi kami harus siap untuk bermain melawan mereka. Mereka tim yang bagus,” ujar Ander Herrera.

Beralih ke kubu lawan, manajer Swansea, Garry Monk, dipastikan bisa menurunkan skuat terbaiknya lantaran tak ada satu pemain pun yang cedera. Namun, Monk tetap tak mau sesumbar dan merendah jelang menjamu MU di Stadion Liberty.

“Pertandingan selalu sulit ketika berhadapan dengan klub besar. Mereka menambahkan banyak kualitas kedalaman skuat dan memiliki pemain kelas dunia. Kami underdogs, tapi kami bermain di kandang dan akan mengeluarkan performa terbaik demi para fans,” ujar Monk.

Prakiraan susunan pemain:

Swansea City (4-2-3-1): Lukas Fabianski; Kyle Naughton, Mattias Fernandez, Ashley Williams, Neil Taylor, Jordan Ayew, Jonjo Shelvey, Jefferson Montero, Jack Cork, Gyfli Sigurdsson, Bafetimbi Gomis

Manchester United (4-2-3-1): Sergio Romero; Luke Shaw, Daley BLind, Chris Smalling, Matteo Darmian, Morgan Schneiderlin, Bastian Schweinsteiger, Memphis Depay, Marouane Fellaini, Juan Mata, Wayne Rooney

Lima pertemuan terakhir:

Swansea City 2-1 Manchester United
Manchester United 1-2 Swansea City
Manchester United 2-0 Swansea City
Manchester United 1-2 Swansea City
Swansea City 1-4 Manchester United

Lima laga terakhir:

Swansea City

Swansea City 3-0 York City
Sunderland 1-1 Swansea City
Swansea City 2-0 Newcastle United
Chelsea 2-2 Swansea City
Swansea City 0-0 Deportivo La Coruna

Manchester United

Club Brugge 0-4 Manchester United
Manchester United 0-0 Newcastle United
Manchester United3-1 Club Brugge
Aston Vila 0-1 Manchester United
Manchester United 1-0 Tottenham Hotspur

Prediksi Bola.com: Swansea City 45-55 Manchester United

4 Pemain Kunci Persija saat Melawan Bali United Pusam

062553600_1440421130-Bambang-Pamungkas-Latihan-01

bolaini.com – Persija Jakarta akan memulai perjuangan mereka di Piala Presiden 2015. Di laga pembuka Grup C, Macan Kemayoran akan bersua tuan rumah, Bali United Pusam di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (30/8/2015).

Menghadapi Bali United, menarik untuk menyoroti siapa saja sosok kunci dari lini per lini tim ibu kota. Satu yang pasti, kehadiran beberapa muka baru membuat skuat Persija menjadi lebih berwarna.

ANDRITANY ARDHIYASA (KIPER)

Meski usianya terbilang masih muda, 23 tahun, Andritany merupakan jaminan mutu di bawah mistar Persija. Segudang pengalaman yang dimiliki oleh eks kiper timnas U-23 di SEA Games 2011 dan 2013 itu bisa menjadi pembeda di laga krusial seperti melawan Bali United nanti.

Meski posturnya tidak tinggi menjulang, hanya 179 cm, Andritany punya refleks yang mengagumkan dan cakap dalam membaca serangan lawan. Maka wajar, sosok ayah satu anak ini tak tergantikan di bawah mistar.

Dengan performa apiknya di bawah mistar, kiper kedua Adixi Lenzivio dan kiper ketiga Reky Rahayu harus rela terus menjadi penghangat bangku cadangan.

ISMED SOFYAN (BEK SAYAP KANAN)

Kecepatan jelas sudah bukan lagi menjadi senjata utama seorang Ismed Sofyan. Maklum, pria asal Negeri Serambi Mekkah ini sudah termakan usia. Kini, sosok Ismed yang terkenal hebat dalam urusan tendangan bebas itu sudah berusia 36 tahun.

Namun demikian, jangan pernah ragukan kemampuan Ismed dalam mengamankan setiap jengkal daerah pertahanan Persija. Ismed terkenal sebagai pemain yang tak kenal kompromi saat melakukan pengawalan terhadap pemain lawan.

Pada laga melawan Bali United akan menarik melihat duel Ismed dengan dua pemain sayap lincah Bali United yakni Sultan Samma dan Bayu Gatra Sanggiawan yang kerap berganti posisi. Jika wakil kapten Persija ini berhasil mematikan pergerakan dua motor serangan Bali United ini, kans Persija untuk memenangi pertandingan terbilang besar.

RAMDANI LESTALUHU (GELANDANG SAYAP KIRI-KANAN)

Beberapa muka baru seperti Mbida Messi, Vendry Mofu, dan Irsyad Maulana memang sukses memberikan tambahan tenaga bagi Persija. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa pemain kunci di lini tengah Macan Kemayoran tetap mengarah kepada seorang, Ramdani Lestaluhu.

Pemain sayap kelahiran Tulehu, 23 tahun silam memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan menusuk ke daerah pertahanan lawan. Kecepatan dan akurasi umpan Ramdani akan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Bali United.

Maka itu, menjadi tugas berat bagi eks penggawa Timnas U-19, Ricky Fajrin yang mengisi pos bek kiri Bali United mematikan pergerakan Ramdani. Jika mantan pemain Sriwijaya FC itu leluasa megobrak-abrik pertahanan Serdadu Tridatu maka tiga poin di laga perdana merupakan sesuatu yang wajar diraih.

BAMBANG PAMUNGKAS (PENYERANG)

Bepe, sapaan akrabnya, merupakan seorang pesepak bola yang komplet. Ia bisa berperan sebagai mesin gol tapi tidak kesulitan juga untuk beradaptasi jika diberikan peran sebagai penyerang lubang.

Selain kelebihannya dalam urusan duel udara, kapten Persija berusia 36 tahun ini juga memiliki visi permainan jempolan. Kelebihan yang dimiliki Bepe plus segudang pengalamannya bisa menjadi senjata ampuh untuk merusak pertahanan Bali United yang akan dikawal eks pemain Sriwijaya FC, Bobby Satria.

Kehadiran Bepe di lini depan diharapkan bisa memberikan nilai plus bagi lini serang Persija. Apalagi, Persija juga kini memiliki pemain sekelas Muhammad Nur Iskandar yang bisa memecah kebuntuan saat Bepe kesulitan mencari ruang karena mendapatkan penjagaan ketat.

 

1 2 3 93