Meski Ditahan Chelsea, Mata Mengaku Senang dengan Permainan United

medium_e5a36f6d554f46b5cfa7ef80e431f93a

bolaini.com – Manchester United gagal meraih kemenangan atas Chelsea setelah bermain imbang 1-1 di Stamford Bridge pada Minggu (7/2/2016). Meski gagal menang, gelandang Juan Mata mengaku sangat senang melihat permainan Setan Merah.

United sempat unggul terlebih dahulu melalui gol indah Jesse Lingard pada menit ke-60. Tetapi, keunggulan tersebut sirna akibat striker Chelsea, Diego Costa, sukses membobol gawang David De Gea pada menit ke-90+1.

Mata mengaku puas dengan permainan United yang selama ini dicap membosankan. Setan Merah mampu tampil mendominasi di Stamford Bridge dan memiliki peluang lebih banyak dari Chelsea.

“Kami telah memainkan sepak bola yang sangat baik. Datang ke Stamford Bridge dan bermain seperti apa yang telah kami lakukan telah membuka peluang kami untuk meraih kemenangan, tetapi Chelsea selalu mencoba untuk menekan dan mereka sukses mencetak gol,” kata Mata kepada Sky Sports.

“Ketika Anda menang dan bermain sepak bola dengan baik, maka kepercayaan diri akan datang kembali. Kami selalu berusaha memainkan permainan terbaik dalam setiap pertandingan dan dalam tiga atau empat laga terakhir saya pikir kami telah bermain dengan sangat baik,” sebutnya.

Sebelum pertandingan menghadapi Chelsea, United sempat menunjukkan penampilan gemilang saat menghajar Stoke City dengan skor 3-0 pada pekan ke-24, Selasa (2/2/2016) di Old Trafford.

Grafik peningkatan United ini kembali terlihat saat bertandang ke Stamford Bridge. Mata berharap performa ini terus dipertahankan dan meningkat pada laga-laga berikutnya.

Napoli Catat Rekor, Higuain Samai Maradona

medium_0aa79e04393d1995bdf8f233f6da7426

bolaini.com – Berkat keunggulan tipis 1-0 atas Carpi, Minggu (7/2/2016), Napoli mencatat rekor kemenangan beruntun di Serie A. Satu catatan manis lain dari laga tersebut ialah kesuksesan Gonzalo Higuain menyamai rekor Diego Maradona, sang legenda terbesar publik Napoli.

Raihan angka penuh pekan ini membuat Napoli menggoreskan rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah mereka di Serie A.

Gli Azzurri (Si Biru) punya delapan kemenangan tanpa putus. Rangkaian tersebut terbentang sejak duel di kandang Atalanta (20/12/2015) hingga laga pekan ini versus Carpi.

Dengan demikian, Napoli tetap memimpin klasemen sementara dengan keunggulan dua poin di atas Juventus. Kedua tim akan baku hantam dalam duel di kandang Juve pekan depan.

Soal rekor, streak delapan kemenangan beruntun Si Biru musim ini bahkan tidak mampu ditorehkan Napoli era Maradona yang meraih scudetto 1986-1987 dan 1989-1990.

“Sangat bangga tim ini telah mencatat rekor bersejarah. Klub mengalami musim yang bagus pada 7 Februari, tapi kompetisi akan berakhir pada Mei,” ucap pelatih Napoli, Maurizio Sarri, kepada Radio Kiss Kiss.

Selain di level klub, rekor juga ditorehkan bomber tajam Napoli, Higuain. Sang penyerang menentukan kemenangan atas Carpi via eksekusi penalti.

Bagi Higuain, gol itu merupakan yang ke-24 dalam 24 laga musim ini di Serie A.

Eks bomber Real Madrid itu pun tak pernah absen menjebol gawang musuh dalam enam pekan terakhir secara beruntun. Rekor yang sama dicatatkan Maradona pada musim 1987-1988.

“Hari ini tim meraih kemenangan yang sulit atas Carpi. Napoli meraih scudetto? Yang terpenting adalah kami melanjutkan tren positif. Kami punya waktu seminggu untuk persiapan laga pekan depan,” ujar Higuain pada Mediaset.

“Kami menghadapi Juventus secara tenang. Partai itu bukan yang terpenting musim ini, tetapi spesial,” kata pemain Argentina itu tak mau terbebani dengan level duel kontra Juve.

Hiddink Puji Reaksi Para Pemain Chelsea

medium_42593a6a3a073aecc0417fcff2d7a487

bolaini.com – Chelsea hanya meraih hasil imbang 1-1 pada pekan ke-25 Premier League 2015-2016, Minggu (7/2/2016), di Stamford Bridge saat menjamu Manchester United. Meski demikian, Manajer Guus Hiddink tetap merasa senang, terutama dengan reaksi para pemainnya saat tertinggal.

Chelsea berhasil menahan imbang United berkat gol Diego Costa pada menit ke-90+1. Sebelumnya Setan Merah unggul pada menit ke-60 melalui gol indah Jesse Lingard.

Meski hanya meraih satu poin, Hiddink justru memuji reaksi para pemain Chelsea untuk mengejar ketinggalan. Terlebih lawan yang dihadapi, disebut manajer berusia 69 tahun itu, sebagai tim yang sangat sulit untuk dikalahkan.

“Saya sangat senang dengan reaksi tim. Manchester United telah melakukan pekerjaan yang sangat baik pada babak pertama dan awal 45 menit kedua. Mereka bukan tim yang mudah dikalahkan, tetapi kami sangat pantas mendapatkan satu poin,” kata Hiddink kepada Sky Sports.

“Kami bermain terlalu jauh ke belakang setelah 20 menit pertama saat mereka mendominasi kami. Namun, setelah itu kami berhasil menekan. Mereka telah membuat sebuah gol indah, tetapi setelah itu saya pikir tim telah menunjukan reaksi dengan sangat baik,” ungkapnya.

Hasil ini membuat Chelsea gagal beranjak dari posisi ke-13 klasemen Premier League setelah hanya mengantongi 30 poin. Berikutnya The Blues akan menjamu Newcastle United di Stamford Bridge pada Sabtu (13/2/2015), sebelum bertandang ke Parc des Princes menghadapi Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Iniesta: Ini Bukan Permainan Spektakuler, tetapi Sangat Penting!

medium_1f849f9016d7d8389c0edcf5ad3b39f8

bolaini.com – Kapten Barcelona, Andres Iniesta, mengakui permainan mereka tidak spektakuler kala menaklukkan Levante 2-0 dalam lanjutan pertandingan La Liga di Stadion Ciudad de Valencia pada Minggu (7/2/2016). Tetapi menurut sang playmaker, hasil laga ini tetap sangat penting.

Barca unggul 1-0 pada babak pertama melalui gol bunuh diri pemain Levante, David Navarro (menit 21′). Luis Suarez menggandakan keunggulan tim Catalan menjadi 2-0 pada menit ke-90’+2, setelah memanfaatkan operan dari Lionel Messi.

Gol ke-36 Suarez pada musim 2015-2016 ini mengantarkan pasukan Luis Enrique meraih kemenangan ke-10 secara beruntun. Kini, mereka berada di puncak klasemen Liga Spanyol dengan koleksi 54 poin dan unggul tiga angka atas saingan terdekat, Atletico Madrid.

Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Barca di semua kompetisi menjadi 28 pertandingan. Catatan tersebut menyamai rekor sebelumnya saat Pep Guardiola menangani Messi dkk pada musim 2010-2011.

“Mungkin ini bukan permainan spektakuler,” kata Iniesta kepada Canal Plus yang dilansir AS.

“Akan tetapi, tiga poin tetap berharga dan sangat penting bagi kami untuk tidak kehilangan poin di sini,” ucapnya lagi.

Sebelumnya, Barca membantai Valencia 7-0 dalam pertandingan Copa del Rey di Stadion Camp Nou pada Rabu (3/2/2016). Namun, dengan performa loyo kontra Levante membuat beberapa pihak menganggap mereka mulai kelelahan menjalani jadwal yang padat.

Klub jawara Liga Champions musim lalu ini akan kembali beraksi saat bertamu ke markas Valencia dalam pertandingan leg kedua Copa del Rey di Stadion Mestalla pada Rabu (10/2/2016).

Wenger Terkesima Oezil Cetak Gol dengan Kaki Kanan

medium_c6a06d8fea074a55826f418609ed2843

bolaini.com – Manajer Arsenal, Arsene Wenger, terkesima dengan gol kaki kanan Mesut Oezil kala timnya mengalahkan Bournemouth 2-0 dalam pertandingan Premier League di Stadion Vitality pada Minggu (7/2/2016).

“Kami mengawali dengan hebat, penyelesaian akhir yang bagus, dan kami menguasai pertandingan. Tiga poin sangat penting bagi kami, karena kami gagal meraih kemenangan dalam beberapa kesempatan terakhir,” kata Wenger kepada BBC.

“Kami kehilangan sedikit bentuk permainan pada babak kedua. Kami kehilangan naluri pembunuh untuk mendapatkan gol ketiga dan di atas itu semua, Bournemouth secara fisik tim yang kuat,” ucapnya lagi.

Sang Professor memuji Oezil, yang dia rekrut dari Real Madrid dengan mahar 42,4 juta pounds (Rp 835 miliar).

“Mesut telah menjadi pemain yang sangat penting. Dia telah menunjukkan semangat bertempur pada hari ini,” ujar Wenger.

“Dia mencetak gol dengan kaki kanannya, itu hal sangat menarik bagi kami. Dia akan menjadi lebih kuat,” tuturnya.

Arsitek berusia 66 tahun ini juga mengomentari performa Leicester City.

“Leicester terus melaju dan kami akan bermain melawan mereka pada minggu depan. Ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik,” kata pria berpaspor Prancis itu.

“Ini adalah pertandingan besar dan akan menjadi akhir pekan penting bagi Premier League. Dalam satu minggu, Leicester telah mengalahkan Liverpool dan Manchester City, sehingga mereka layak menjadi favorit juara,” ujar juru taktik yang membawa The Gunners 3 kali menggenggam trofi Liga Inggris tersebut.

Kini, pasukan Meriam London bertengger di posisi ketiga klasemen dengan raihan 48 poin. Mereka tertinggal 5 angka dari sang pemuncak, Leicester.

Arsenal akan menjamu The Foxes dalam lanjutan partai Premier League di Stadion Emirates pada Minggu (14/2/2016).

Gol Diego Costa Membuat Lingard Kecewa Berat

medium_78154b16e690dbc80b72a6545033d061

bolaini.com – Manchester United gagal menaklukan Chelsea setelah bermain imbang 1-1 di Stamford Bridge, Minggu (7/2/2016), akibat gol Diego Costa. Bagi Jesse Lingard, gol Costa itu membuat dirinya kecewa dan berpikir seakan-akan Setan Merah telah dikalahkan Si Biru.

Sangat wajar jika Lingard berpikir seperti itu. Pasalnya, gelandang berusia 23 tahun itu adalah pencetak gol yang membawa United sempat unggul dalam laga tersebut pada menit ke-60.

Lingard sangat kecewa dengan gol balasan Chelsea yang dicetak Costa. Terlebih hal gol tersebut lahir pada menit ke-90+1.

“Kebobolan pada menit-menit akhir dalam pertandingan seperti ini rasanya seperti sebuah kekalahan,” ucap Lingard kepada BBC.

Meski demikian, Lingard tidak ingin timnya terlalu lama larut dalam kesedihan. Hal tersebut hanya akan menghambat perjalanan mereka untuk setidaknya bisa mengakhiri musim 2015-2016 di posisi empat besar.

“Kini kami sudah harus mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Kini kami telah bermain jauh lebih baik sebagai tim secara kolektif. Kami telah melakukan semuanya dengan baik,” sebut pemain asli binaan United itu.

Pada pertandingan berikutnya, United akan kembali menjalani laga tandang di Stadium of Light menghadapi Sunderland pada Sabtu (13/2/2016). Tiga poin pada laga ini sangat penting demi membuka peluang United mempersempit jarak dengan tim yang berada di posisi ke-4, Manchester City.

Menunggu 10 Menit, Mihajlovic Mengamuk di Layar Kaca

medium_6d286d24c35a908c47fdc3c44f8816c4

bolaini.com – Pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic, mengamuk kepada dalam sebuah wawancara langsung di stasion televisi Rai 2 karena diminta menunggu 10 menit seusai timnya bermain imbang 1-1 dalam pertandingan Serie A kontra Udinese di San Siro pada Minggu (7/2/2016).

Mihajlovic marah lantaran program Domenica Sportiva di kanal tersebut memprioritaskan mewawancarai arsitek Napoli, Maurizio Sarri, setelah pasukan Naples itu menang 1-0 atas Carpi.

Padahal, peracik strategi Rossoneri itu sudah menunggu off-air lebih awal.

“Kalian tidak menghargai saya!” kata Mihajlovic yang dilansir Calciomercato.com.

“Saya sudah menunggu di sini selama lebih dari 10 menit. Ini tidak sopan,” tuturnya.

Mantan asisten pelatih Inter Milan ini tak kuasa menahan emosinya.

“Saya siap berbicara sebelum pemain dari Napoli dan Juventus. Jadi, Sarri sudah menunggu dan Anda ingin dia berbicara lebih dulu? Saya di sini lebih awal dari dia,” ujar Mihajlovic.

“Akan tetapi, Anda bisa melakukan yang Anda inginkan. Jika Anda lebih suka berbicara kepadanya dulu, saya dapat menunggu di sini,” ucapnya.

Kedua presenter acara tersebut, Paola Ferrari dan Marco Mazzochi, pun menghadapi Miha dengan kalem.

“Semua harus mengantri, dalam kasus ini hal itu terjadi kepada Anda,” ujar Mazzochi tenang.

Sepertinya, hasil imbang 1-1 saat menjamu Udinese menjadi awal kegusaran sang allenatore. Milan sempat tertinggal melalui gol Pablo Armero pada menit ke-17, sebelum M’Baye Niang (48′) menyamakan skor.

Hasil ini membuat Il Diavolo Rosso terpaku di posisi enam klasemen lewat perolehan 40 poin. Mereka semakin terpaut jauh dari peringkat satu, Napoli, yang sudah mengumpulkan 56 poin.

Milan akan kembali berlaga dalam ajang Liga Italia kala menjamu Genoa pada Minggu (14/2/2016).

Cetak Gol Kemenangan Real Madrid, Modric Masih Dikritik Zidane

medium_10d0ac77118adbf25f7883abc5a3f141

bolaini.com – Real Madrid harus bersusah payah mengalahkan Granada dengan skor 2-1 di Estadio Nuevo Los Carmenes, Minggu (7/2/2016) atau Senin dini hari WIB. Luka Modric, sang pencetak gol kemenangan, ternyata masih menerima kritik dari pelatih Zinedine Zidane.

Real Madrid berhasil menang berkat gol Karim Benzema pada menit ke-30 dan Modric (85′). Sementara itu gol tunggal Granada dicetak oleh Youssef El-Arabi pada menit ke-60′).

Modric sukses menjaga peluang Madrid meraih gelar juara La Liga musim ini melalui sebuah sepakan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihadang kiper Andres Fernandez.

“Modric berhasil mencetak gol indah dan memberi kami sebuah harapan. Di atas segalanya, ia telah memberi kami tiga poin,” kata Zidane usai laga kepada AS.

Meski telah berjasa membawa Madrid menang atas Granada, Modric tetap mendapat kritik dari Zidane.

Kritik tersebut bukan tentang penampilannya, tetapi apa yang seharusnya dilakukan oleh mantan pemain Tottenham Hotspur itu dalam sebuah laga.

“Saya sangat senang melihat dirinya bermain. Namun, seharusnya ia lebih banyak melakukan percobaan ke gawang lawan karena ia mampu menendang bola dengan sangat baik,” sebut Zizou.

Kemenangan ini membuat Madrid berhasil menjaga jarak dengan Barcelona dan Atletico Madrid di tabel klasemen. Berikutnya Los Merengues akan menjamu Athletic Bilbao di Santiago Bernabeu pada Sabtu (13/2/2016) sebelum bertandang ke Stadio Olimpico menghadapi AS Roma di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Verona Vs Inter: Momen Tepat Hapus Kritik

001135500_1454586255-IntervsChievo_01

okegool.com – Inter Milan kembali mencoba menembus jajaran teratas klasemen Serie A, Minggu (7/2/2016) ketika bertandang ke Stadion Marc Antonio Bentegodi markas Hellas Verona. Momen tepat menghapus kritik.

La Beneamata kini menempati peringkat 4 klasemen mengemas 44 poin. Sempat memuncaki klasemen hingga meraih Campione de Inferno alias juara paruh musim, posisi Inter mulai melorot digeser para pesaingnya seperti Napoli dan Juventus.

Ketajaman striker Inter, Mauro Icardi mulai menimbulkan tanda tanya. Terlebih, selama Januari 2016 lalu, pemain asal Argentina ini absen mencetak gol. Bahkan, dia gagal mencetak gol dari titik putih ketika melakoni Derby della Madonnina kontra AC Milan.

Padahal, Icardi menjadi mesin gol I Nerrazurri dengan melesakkan 9 gol musim ini. Bahkan, musim lalu Icardi menjadi topskor Serie A mengemas 22 gol.

Terkait performa yang menurun, menurut Icardi faktor keberuntungan tidak memihaknya. “Pekerjaan utama saya mencetak gol. Saya hanya tidak mujur. Tapi itu bukan berarti tiba-tiba merusak pencapaian yang telah saya lakukan di masa lalu,” ujarnya dilansir dari La Gazetta dello Sport.

Icardi sendiri masih mendapat kepercayaan dari Interisti. Dia merasa tidak mendengar siulan dari fans atas performanya yang belum memuaskan. “Orang-orang sangat mencintai saya di sini. Dan mereka menuntut lebih ketika Anda bermain buruk. Ini sudah menjadi hak mereka,” sambungnya.

Terlepas dari kritik yang melanda Inter, toh Icardi menunjukkan kemampuan mencetak gol belum hilang. Hal itu terbukti ketika bomber 22 tahun ini mencetak gol tunggal ketika menang menghadapi Chievo.

“Tetapi terkadang, sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Bila menang, orang menyebut kami bermain jelek. Begitu juga ketika kami kalah, kami lebih diserang.”

Inter punya modal bagus menghadapi pertandingan ini. Inter tidak terkalahkan dalam 13 partai Serie A. Sedangkan, Verona sendiri hanya mampu memetik dua poin dari tangan Inter dalam rentang 34 tahun atau sejak 1982.

Performa Verona di kandang ketika menjamu Inter di kandang juga tidak terlalu menjanjikan. Dalam enam pertandingan terakhir di Marc Antonio Bentegodi, tuan rumah mencetak tiga gol dan 13 kali kebobolan.

Cuplikan Kemenangan Leicester di Markas ManCity

005044600_1454774476-3_000_7P6ZO

okegool.com – Leicester City membuat kejutan di pekan 25 Liga Premier Inggris. Tim besutan Claudio Ranieri ini menang telak 3-1 di kandang Manchester City, Sabtu (6/2/2016) malam WIB.

Main di Etihad Stadium, Leicester sudah bisa unggul pada menit ketiga. Umpan tendangan bebas Riyad Mahrez disambar pemain belakang Robert Huth.

Gol kedua City hadir pada menit ketiga babak kedua. Mahrez meliuk-liuk melewati dua pemain City sebelum memperdaya kiper Joe Hart.

City makin terpuruk setelah Huth melesakkan gol keduanya di laga ini. Pemain asal Jerman ini menanduk sepak pojok Christian Fuchs.

Tuan rumah mendapat gol hiburan tiga menit sebelum bubaran berkat sundulan Sergio Aguero meneruskan umpan Bersant Celina.

1 2 3 194