Pemain Berdarah Batak Bantah Temui Conte Diam-diam

006238900_1460726771-Bursa_Transfer_04

bolaini.com – Pemain berdarah Batak, Radja Nainggolan, membantah telah melakukan pertemuan rahasia dengan Antonio Conte. Sebelumnya, kedua pihak disebut-sebut sengaja duduk satu meja untuk membahas mengenai kepindahan pemain Belgia itu ke Chelsea, musim depan.

Nainggolan memang belakangan ini sering dikatikan dengan The Blues. Sebab pemain AS Roma itu dianggap layak masuk dalam gerbong Conte yang akan menangani Chelsea mulai musim depan.

Saat ini, Chelsea memang tengah membutuhkan pasokan gelandang. Sebab setelah melepas Ramires ke klub Tiongkok, Jiangsu Suning, The Blues belum juga menemukan penggantinya.

Apalagi gelandang, John Obi Mikel juga kini di ambang pintu keluar Stamford Bridge. Kehadiran Nainggolan dianggap sebagai jalan keluar bagi Conte.

SportMediaset mengklaim bahwa Ronaldo telah bertemu dengan Conte di salah satu hotel di di London. Menurut media asal Italia itu, Chelsea bahkan telah menyiapkan dana £28.5 juta demi memboyong Nainggolan ke Stamford Bridge, musim depan. Chelsea juga mengiming-imingi Nainggolan gaji £4.8 juta per tahun.

Namun semua itu dibantah oleh Nainggolan. Pemain berusia 28 tahun itu membalas berita itu lewat komentar di Twitter. “@Sport_Mediaset Saat saya berada di Mote Carlo mereka melihat saya di London,” kicau Nainggolan dalam bahasa Italia.

Lolos Ke Final, Ramos Ungkap Amunisi Tambahan Madrid Hadapi City

027270900_1450065657-2015-12-13T213857Z_1474167197_GF10000264852_RTRMADP_3_SOCCER-SPAIN

bolaini.com – Bek Real Madrid, Sergio Ramos, menyambut gembira keberhasilan timnya melaju ke final Liga Champions 2016. Ramos berjanji akan mengerahkan segala upaya agar fokus pada partai puncak.

Madrid melaju setelah menyingkirkan wakil Inggris, Manchester City di babak semifinal. Setelah bermain imbang tanpa gol di laga pertama semifinal, Los Blancos akhirnya menang 1-0 saat menjamu City di Santiago Bernabeu dalam laga kedua semifinal, Kamis (5/5/2016).

Di babak final, Madrid kembali akan bertemu tim sekota, Atletico Madrid. Atletico lolos setelah menyingkirkan Bayern Muenchen. Meski agregat imbang 2-2, Atletico lebih unggul produktivitas gol.

“Kami akan memberikan segalanya kepada jiwa kami untuk final berikutnya. Liga Champions membutuhkan konsentrasi yang sangat besar, dan kami ingin menikmati momen ini terlebih dulu,” kata Ramos seperti dilansir situs remi UEFA usai pertandingan.

“Setelah melalui musim yang sulit, sekarang kami bisa menikmati berada di final Liga Champions. Tim layak mendapatkan ini, dan begitu juga para penonton. Hari ini mereka seperti pemain tambahan,” beber Ramos.

Bermain di Santiago Bernabeu, Madrid memang mendapat dukungan penuh suporternya. Suntikan semangat dari puluhan ribu fans Los Blancos, membuat semangat bertanding Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan meningkat. Bernabeu pun bergemuruh saat tendangan Gareth Bale berhasil merobek jala Manchester City pada menit ke-20. Skor 1-0 untuk Madrid pun bertahan hingga laga usai.

Bukan kali ini saja Madrid bertemu Atletico di final Liga Champions. Dua tahun lalu, kedua tim sekota ini juga saling bantai di partai puncak. Pada edisi ini Real Madrid keluar sebagai juara.

“Kami berusaha untuk tetap kompak dan menyerap tekanan lalu berusaha membuangnya jauh-jauh. Kami telah menyingkirkan tim besar seperti City. Banyak yang sudah dilakukan menuju final, namun kami layak mendapatkannya,” beber Ramoss.

Bale: Gol Bunuh Diri Atau Bukan yang Penting Madrid Lolos

7d45bd194e64c2ffdbb239bf035afac9151405Z_1713196242_GF10000384592_RTRMADP_3_SOCCER-SPAIN

bolaini.com – Gareth Bale mengaku tak peduli golnya melawan Manchester City dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (4/5/2016) tidak dianggap. Bintang Real Madrid itu menegaskan lolos ke final lebih penting ketimbang memperdebatkan siapa pencetak gol dalam laga tersebut.

Madrid lolos ke final setelah menang tipis 1-0 melawan The Citizens di Santiago Bernabeu. Tendangan keras Bale dari dalam kotak penalti pada menit ke-20 tidak mampu ditahan Joe Hart.

Namun dalam tayangan ulang terlihat tendangan keras Bale tersebut sempat membentur kaki Fernando sehingga membelokkan arah bola. Wasit pun menganggap gol itu sebagai bunuh diri Fernando.

“Tidak masalah siapa yang mencetak gol, atau bunuh diri atau bukan. Terpenting adalah kami punya peluang untuk menjadi juara Liga Champions lagi,” ujar Bale seperti dilansir Soccerway.

“Kami sebenarnya punya banyak peluang untuk mengakhiri permainan dengan cepat. Namun tidak bisa memanfaatkannya,” ujarnya antusias.

Bale bergabung dengan Madrid tahun 2013. Ia juga menjadi salah satu pemain kunci saat meraih La Decima dua tahun lalu.

“Inilah alasan saya datang ke Madrid, yakni meraih Liga Champions. Saya sudah punya koleksi satu trofi dan sekarang punya kesempatan meraihnya lagi,” ujar Bale.

ManCity: Madrid Cuma Menang Hoki!

037336200_1454499850-2016-02-02T202737Z_97446457_MT1ACI14266309_RTRMADP_3_SOCCER-ENGLAND-SUN-MCI

bolaini.com – Pupus sudah ambisi Manchester City untuk lolos ke final Liga Champions untuk kali pertama. Petualangan The Citizens terhenti di babak semifinal setelah kalah agregat 0-1 dari Real Madrid.

Bertandang ke Santiago Bernabeu, pada leg kedua, Kamis (5/5/2016) dini hari WIB, City dituntut untuk bisa mencetak gol karena di pertemuan pertama ditahan Madrid imbang tanpa gol.

Namun, klub milik Sheikh Mansour ini tak berkutik di Santiago Bernabeu. Gol bunuh diri Fernando yang tidak sengaja membelokkan bola sepakan Gareth Bale membuat City gagal lolos ke final.

Manajer City Manuel Pellegrini sangat menyesali kegagalan timnya berlaga di Giuseppe Meazza. Pelatih asal Chile itu melihat Madrid hanya beruntung saja bisa lolos ke final.

“Saya pikir ini pertandingan yang sangat ketat. Kami tidak pantas kalah. Mereka sangat beruntung dengan gol tersebut, berbelok arah ke sudut atas gawang. Saya tidak berpikir Madrid menunjukkan malam ini bila mereka tim yang lebih baik ketimbang Manchester City,” kata Pellegrini seperti dikutip dari The Telegraph.

Dalam laga kontra Madrid, City sangat kesulitan membalas gol bunuh diri Fernando. Minimnya kreativitas dinilai Pellegrini sebagai salah satu penyebab kegagalan timnya.

Pellegrini meratapi absennya gelandang serang David Silva akibat cedera. Tanpa Silva, striker Sergio Aguero minim pasokan bola. Aguero pun tidak bisa berbuat banyak di Santiago Bernabeu.

“Saya tidak senang dengan cara kami menciptakan peluang. Kami mencoba bangkit tapi kami tidak mampu. Kedua tim tidak menciptakan banyak peluang, seperti di pertandingan pertama dan kami kehilangan Silva dan Samir Nasri, jadi kami kehilangan pemain kreatif di lini tengah. Kami tidak kreatif dan itulah mengapa kami tidak dapat mencetak gol,” tegas Pellegrini.

Derby London Panas, Cahill Minta FA Mengerti

gary-cahill_c9b9bb1

bolaini.com – Gary Cahill ingin FA mencoba mengerti panasnya atmosfer derby London antara Chelsea dan Tottenham kemarin, dan tidak memberikan hukuman berlebihan pada para pemain.

Kedua tim hanya bermain imbang 2-2 di Stamford Bridge kemarin, dalam pertandingan yang diwarnai oleh 12 kartu kuning untuk pemain dari kedua kubu.

“Saya kira FA harus mempertimbangkan atmosfer pertandingan. Anda akan dengan mudah merasa emosional. Ketika peluit akhir dibunyikan, semuanya sudah selesai,” tutur Cahill pada Goal International.

“Dalam pertandingan seperti ini, antusiasmenya amat besar dan ada komitmen, saya tidak keberatan dengan ini. Ada banyak hal yang dipertaruhkan. Kami tahu apa yang dibutuhkan dan betapa sulitnya memenangkan liga. Anda bekerja keras tiap hari dan memberikan seluruh musim. Tottenham sudah melakukan itu.”

“Jadi saya tahu apa yang mereka pertaruhkan dan mereka sudah berjuang mati-matian, begitu pula dengan kami. Memang ada banyak tekel yang terjadi, namun saya menikmatinya. Inilah derby. Orang-orang harusnya bisa menikmati laga seperti ini apa adanya.”

Cristiano Ronaldo: Saya Tak Punya Idola

cristiano-ronaldo-7_035d113

bolaini.com – Cristiano Ronaldo mengatakan bahwa ia tidak pernah punya pemain yang benar-benar ia idolakan di sepakbola.

Bintang Real Madrid itu menyebutkan nama-nama mantan bintang Portugal seperti Fernando Couto, Rui Costa, dan Luis Figo, sebagai sosok yang menjadi panutannya. Namun tak ada satupun di antara mereka yang ia anggap sebagai idola.

“Sejujurnya, saya tidak pernah melihat pemain manapun dan ingin menjadi mereka, ada banyak pemain hebat yang sudah berasal dari Sporting, namun saya selalu berpikir ke depan,” tutur Ronaldo pada UEFA.

“Saya sudah memikirkan tim nasional. Saya merasa bahwa bermain di klub besar amat sulit, namun saya akan bisa melakukannya, namun bermain di tim nasional lebih sulit. Dan ada banyak hal yang terjadi dengan cepat.”

“Saya bergabung dengan Manchester United, dan setelah beberapa saat, saya di timnas. Salah satu panutan saya adalah Fernando Couto, Rui Costa, dan Luis Figo, karena mereka adalah nama terbesar di sepakbola Portugal.”

Ranieri Antusias Kembali ke Chelsea Sebagai Juara

ranieri_92ce27b

bolaini.com – Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, mengatakan bahwa ia sudah tidak sabar lagi ingin kembali ke Chelsea sebagai juara Premier League di laga terakhir musim ini.

Hasil imbang Tottenham 2-2 melawan Chelsea kemarin memastikan Leicester, yang tidak diperhitungkan di awal musim, sebagai juara kompetisi tertinggi di Inggris untuk kali pertama dalam sejarah, dan mereka akan bermain melawan Chelsea di Stamford Bridge di laga nanti.

Ranieri sempat menangani Chelsea antara 2000 hingga 2004, namun ia tidak melihat kesempatan datang ke London Barat sebagai ajang balas dendam.

“Ini bagus, karena terakhir kali saya pergi dari Premier League, saya melalui para pemain saya lewat sebuah Guard of Honor. Itu luar biasa,” tutur Ranieri pada PA.

“Sekarang, saya akan kembali dengan cara yang sama. Ini tidak bisa dipercaya. Saya puas, namun tentu saja, bukan dalam artian balas dendam. Tidak, saya bukan orang yang ingin membalas dendam.”

“Saya tahu pekerjaan saya dengan baik dan kadang mungkin pemilik klub ingin perubahan dan anda tidak cocok dengan misi yang ia usung.”

Drinkwater Pastikan Leicester Bukan ‘One Season Wonder’

danny-drinkwater_396254e

bolaini.com – Danny Drinkwater mengatakan bahwa Leicester City tidak punya niat untuk mengendurkan permainan mereka, usai mengamankan gelar juara Premier League perdana mereka.

The Foxes membalikkan semua prediksi, untuk menjadi klub ke-24 yang sanggup mengklaim gelar juara Liga Inggris belum lama ini.

Namun demikian, alih-alih bersantai dan menikmati kesuksesan, Drinkwater mengatakan bahwa skuatnya ingin terus memberikan yang terbaik di musim kompetisi mendatang.

“Ini sedikit aneh. Kami sudah membuat banyak mimpi menjadi kenyataan,” tutur Drinkwater pada Sky Sports News.

“Ini adalah waktu yang brilian untuk menjadi bagian dari klub. Kami akan terus bertahan. Kami tidak akan mengalami penurunan kualitas – kami akan terus coba melangkah maju.”

Prestasi terbaik Leicester sebelumnya adalah dengan pernah finish di posisi runner-up liga pada musim 1928/29.

Chelsea Tahan Tottenham, Leicester Kampiun Liga Inggris 2015 / 16

026459500_1462222002-2016-05-02T202639Z_105222399_MT1ACI14368044_RTRMADP_3_SOCCER-ENGLAND-CHE-TOT

bolaini.com – Leicester City resmi menjadi juara Premier League. Kepastian itu didapat setelah Tottenham Hotspur  tertahan 2-2 di Stamford Bridge ketika menghadapi Chelsea di laga lanjutan Premier League, Senin (2/5/2016) atau Selasa dinihari WIB.

Tottenham mustahil mengejar peroleh poin Leicester City yang sudah mengemas 77 poin dengan sisa dua pertandingan melawan Everton dan Chelsea di pekan terakhir.

Hasil imbang ini membuat Tottenham yang duduk di peringkat dua membukukan 70 poin dan maksimal mendapatkan 76 poin di dua laga terakhir.

Drama terjadi di menit akhir pertandingan ketika pemain Chelsea, Eden Hazard mencetak gol penyeimbang untuk mengubah kedudukan menjadi 2-2. Pemain asal Belgia itu melepaskan bola melengkung ke gawang kiper Chelsea, Asmir Begovic. Gol tersebut tercipta di menit 82.

Sebelumnya, Chelsea mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui gol Gary Cahill di menit 58. Cahill menyambar bola liar dari tendangan penjuru. Gol tersebut membuat Tottenham panik dan gagal mempertahankan keunggulan.

Hasil imbang ini terasa menyakitkan bagi The Lily Whites. Pasalnya, Tottenham sempat memimpin dua gol lebih dulu. Gol Tottenham masing-masing dicetak oleh Harry Kane dan Son Heung-Min di babak pertama.

Pertandingan ini sudah berjalan memanas jelang akhir babak pertama. Bahkan, pelatih Tottenham, Maurico Pocchetino masuk ke lapangan untuk melerai adu mulut antara Danny Rose dengan Willian. Tensi pertandingan mencapai klimaks jelang bubar. Sejumlah pemain Tottenham kembali beradu mulut dengan pemain Chelsea ketika memasuki lorong ruang ganti.

“Saya ucapkan selamat kepada Leicester City,” kata kapten Chelsea, John Terry dalam wawancara setelah pertandingan

Sementara itu, Hazard tidak peduli Chelsea disebut memuluskan gelar juara ke Leicester. “Kami telah memainkan pertandingan penting hari ini di depan fans kami,” ucap pemain mungil ini.

Susunan Pemain

Chelsea: Asmir Begovic, Branislav Ivanovic, Gary Cahill, John Terry, Cesar Azpilicueta. Cesc Fabregas, John Obi, Mikel, Pedro (Eden Hazard), Nemanja Matic (Oscar), Willian, Diego Costa

Tottenham Hotspur: Hugo Lloris, Kyle Walker, Danny Rose (Ben Davies), Toby Alderweireld (Nacer Chadli), Jan Vertonghen, Son Heung-Min (Ryan Mason), Erik Lamela, Eric Dier, Mousa Dembele, Christian Eriksen, Harry Kane

 

Pochettino Pasrah Gelar Liga Inggris Terbang ke Leicester

055155500_1461015466-522283022

bolaini.com – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino pasrah kampiun Liga Inggris musim 2015/16 jatuh ke tangan rival terdekatnya, Leicester City.

Tottenham harus menyerahkan gelar juara ke tangan Leicester setelah bermain imbang 2-2 kontra Chelsea di Stamford Bridge, Senin (2/5/2016) atau Selasa dinihari WIB.

Dengan dua pertandingan sisa, Tottenham mustahil mengejar poin Leicester yang berstatus sebagai pemuncak klasemen. Selisih poin kedua kubu 7 poin. The Lily Whites maksimal mengantongi 6 poin dari duel kontra Southampton dan Newcastle United.

“Pertama –tama, saya ingin mengucapkan selamata kepada Leicester dan Claudio Ranieri. Terutam untuk pemain dan suporter mereka. Sangat mengecewakan, karena kami sebenarnya juga berada di jalur juara,” ujar Pochettino ikhlas.

Hasil imbang 2-2 ini memang terasa mengecewakan. Pasalnya, Tottenham sempat memimpin 2-0 di babak pertama. Sayang, The Lily Whites gagal mempertahankan keunggulan. Tottenham kebobolan melalui gol Gary Cahill dan Eden Hazard. “Ketika kami kemasukan, apapun bisa terjadi. Meski kecewa, saya bangga dengan perjuangan pemain.”

Duel mencapai titik ‘didih’ jelang bubaran. Para pemain Tottenham dan Chelsea saling terlibat adu pukul. Bahkan, Pochettino sempat melerai keributan antara Danny Rose dan Willian memasuki menit akhir babak pertama.

Bahkan di akhir babak kedua, keributan meluas hingga memasuki lorong ruang ganti. Beruntung, aksi tersebut tidak sampai meluas. Pelatih asal Spanyol itu maklum, karena Tottenham tengah berupaya menjaga peluang mereka menjadi juara. “Ini sepak bola dan kami semua laki-laki. Laki-laki harus menunjukkan, bila mereka kuat,” ujar dia.

Terlepas dari kegagalan tim asuhannya mengunci gelar Premier League, Pochettino menjamin, skuat asuhannya memiliki masa depan cerah. “Musim depan, kami harus lebih kuat dan mencoba kembali merebut title.”

1 2 3 239