Carli Lloyd, Si Pencetak Gol Tercepat dan Hattrick di Final Piala Dunia Wanita 2015

kapten-as-carli-lloyd-mencetak-dua-rekor-pada-final_20150706_081706

bolaini.com – Rekor gol tercepat pada final Piala Dunia Wanita dibukukan oleh Carli Lloyd, kapten Amerika Serikat, saat menghadapi Jepang di Stadion BC Place, Vancouver, Minggu malam atau Sabtu (6/7/2015) pagi WIB.

Lloyd hanya butuh waktu kurang dari tiga menit untuk bisa menjebol gawang Ayumi Kaihori. Dua menit berselang, Lloyd mencetak gol keduanya pada laga ini.

Derita Jepang belum berhenti. Lauren Holiday mengubah skor menjadi 3-0 ketika pertandingan memasuki menit ke-13.

Lloyd lantas menorehkan namanya sebagai pencetak hat-trick pertama pada final Piala Dunia Wanita ketika menjebol gawang Kaihori pada menit ke-16. Gol ini sangat spektakuler karena dilesakkan Lloyd dari tengah lapangan.

Empat gol dalam rentang 20 menit merupakan rekor baru untuk laga final Piala Dunia Wanita. Sebelumnya, rekor gol tercepat terjadi pada menit ke-20 pada final Piala Dunia Wanita 1991.

Sementara Lloyd, menobatkan diri sebagai pemain tercepat yang bisa mencetak hat-trick di Piala Dunia, putra maupun putri. Rekor hat-trick tercepat di Piala Dunia sebelumnya adalah milik legenda Austria, Erich Probst, pada 1954 dengan rentang waktu 24 menit.

Pertandingan antara AS dan Jepang ini dimulai pukul 06.00 WIB dan masih berlangsung. Hingga babak pertama berakhir, AS masih unggul 4-1 atas sang juara bertahan.

Pencetak gol pada final Piala Dunia Wanita
1991 Norwegia 1-2 AS (Linda Medalen 29′ ; Michelle Akkers-Stahl 20′, 78′)
1995 Jerman 0-2 Norwegia (Hege Riise 37′, Marianne Pettersen 40′)
1999 AS 0-0 China
2003 Jerman 2-1 Swedia (Maren Meinert 46′, Nia Kuenzer 98′ ; Hanna Ljungber 41′)
2007 Jerman 2-0 Brasil (Birgit Prinz 52′, Simone Laudehr 86′)
2011 Jepang 2-2 AS (Aya Miyama 81′, Homare Sawa 117′ ; Alex Morgan 69′, Abby Wambach 104′)

Juara Dunia 2015, Tim Wanita AS Dipenuhi Rekor

amerika-serikat-memenangi-piala-dunia-wanita-2015_20150706_081024

bolaini.com – Amerika Serikat menjadi juara Piala Dunia Wanita 2015 setelah pada laga final di Stadion BC Place, Minggu malam atau Senin (6/7/2015) pagi WIB, mengalahkan juara bertahan Jepang 5-2.

Kemenangan AS ini diwarnai penciptaan rekor gol oleh Carli Lloyd. Kapten AS itu menjadi pencetak gol tercepat sekaligus hat-trick pertama pada final Piala Dunia Wanita.

Lloyd hanya butuh waktu kurang dari tiga menit untuk bisa menjebol gawang Ayumi Kaihori. Dua menit berselang, Lloyd mencetak gol keduanya pada laga ini.

Derita Jepang belum berhenti. Lauren Holiday mengubah skor menjadi 3-0 ketika pertandingan memasuki menit ke-13.

Lloyd lantas menorehkan namanya sebagai pencetak hat-trick pertama pada final Piala Dunia Wanita ketika menjebol gawang Kaihori pada menit ke-16. Gol ini sangat spektakuler karena dilesakkan Lloyd dari tengah lapangan.

Setelah Yuki Ogimi memperkecil keadaan pada menit ke-27, asa Jepang mengejar AS kian meninggi setelah Julie Johnston melakukan gol bunuh diri pada menit ke-52.

Akan tetapi, harapan Jepang untuk mengejar itu kembali tergerus setelah Tobin Heath mengubah skor menjadi 5-2, satu menit setelah gol bunuh diri Johnston.

Tak ada gol tambahan tercipta pada sisa laga. Tim putri AS menjuarai Piala Dunia Wanita 2015 setelah menang 5-2 atas Jepang.

Bagi AS, gelar ini merupakan yang ketiga diraih setelah 1991 dan 1999. Kemenangan atas Jepang ini juga sekaligus membalas kekalahan empat tahun silam. Pada final Piala Dunia Wanita 2011, AS kalah adu penalti dari Jepang.

Bek Legendaris Brasil Latih Klub ISL

Roberto-Carlos-haiiii

bolaini.com – Klub Indian Super League (ISL), Delhi Dynamos FC, mengumumkan Roberto Carlos sebagai pelatih untuk musim 2015, Minggu (5/7/2015).

Bek kiri legendaris Brasil itu akan menggantikan pelatih asal Belanda, Harm van Veldhoven, yang mengantarkan Dynamos finis di posisi kelima dari 8 tim pada musim 2014.

“Saya ingin menginformasikan kepada kalian bahwa saya adalah pelatih baru Delhi Dynamos,” kata mantan bek Real Madrid dan Inter Milan itu di akun Instagram miliknya.

“Ini merupakan sebuah proyek yang menarik. Saya sangat senang menjadi bagian dari klub ini,” ucap Carlos yang dikenal dengan tendangan geledeknya ini.

Di ISL, Carlos akan bertemu dengan legenda Brasil lainnya, Zico, pelatih FC Goa. Nama tenar lain yang melatih klub ISL adalah Marco Materazzi, Nicolas Anelka, dan David Platt.

Dunia kepelatihan bukanlah hal baru bagi Carlos. Sebelum melatih Dynamos, dia melatih klub Liga Super Turki, Akhisar Belediyespor, pada paruh kedua musim 2014-15. Dia juga pernah menjadi pelatih sementara Anzhi Makhachkala pada 2012 lalu melatih Sivasspor pada 2014.

Kendati demikian, karier kepelatihan Carlos tidak sebenderang saat masih menjadi aktif bermain. Dia belum sekali pun mempersembahkan trofi bergengsi bagi klub yang dilatihnya.

Sementara saat masih aktif bermain, karier Carlos berhias rentetan gelar juara. Di Real Madrid, dia sukses meraih 4 trofi La Liga dan 3 gelar Liga Champions. Dia juga mengoleksi medali emas Piala Dunia 2002 bersama Timnas Brasil.

Mihajlovic Salah Kalau Ubah Posisi Shaarawy Jadi Gelandang AC Milan

stephan-el-shaarawy-begoloeee_20150313_233358

bolaini.com – Pelatih baru AC Milan, Sinisa Mihajlovic, pernah mengatakan akan memberikan peran kepada Stephan El Shaarawy sebagai gelandang tengah. Menurut Mihajlovic, El Shaarawy akan cocok bermain sebagai gelandang ketimbang striker.

Sejak bergabung ke AC Milan pada 2011, El Shaarawy menempati posisi penyerang sayap ataupun penyerang tengah. Pada musim 2012-2013, El Shaarawy bahkan sempat mencetak 19 gol untuk AC Milan.

Akan tetapi, keinginan Mihajlovic ditanggapi dingin oleh mantan pemain AC Milan, Demetrio Albertini. Mihajlovic dianggap salah menilai El Shaarawy mirip dengan gelandang Manchester United, Angel di Maria.

“Saya melihat El Shaarawy sebagai penyerang sayap. Posisi itu bisa membuatnya menarik banyak pemain belakang lawan,” kata Albertini kepada Tuttosport.

“Untuk menjadi gelandang tengah, El Shaarawy butuh konsistensi. Dia tidak memiliki karakter seperti Angel Di Maria, Isco, ataupun James Rodriguez, yang telah nyaman bermain di posisi tersebut,” lanjut Albertini.

Man United Cuma Klub Kecil, Harusnya Hugo Lloris ke Chelsea Atau Arsenal

20140928_003647_hugo-lloris

bolaini.com – Mantan pelatih Timnas Prancis, Raymond Domenech, menyarankan Hugo Lloris tidak pindah dari Tottenham Hotspur ke Manchester United (MU). Menurut Domenech, MU bukan klub besar Inggris.

“Keputusan bukan di tangan saya. Namun, Lloris seharusnya bermain untuk Chelsea, Arsenal, atau Manchester City. Tottenham klub bagus, namun bukan yang terbesar. Sama halnya dengan Manchester United,” kata Domenech.

“Manchester United memang lolos ke play-off Liga Champions. Namun, MU tidak berbeda jauh dengan Tottenham. Bagi saya, Chelsea, Arsenal, dan Manchester City adalah klub besar,” lanjut Domenech.

Domenech merupakan pelatih yang memberikan debut internasional kepada Lloris pada 2008. Hingga kini, Lloris masih menjadi kiper utama Les Blues.

“Menurut saya, Lloris merupakan kiper bagus yang harus bermain untuk klub terbaik Inggris, Perancis, Italia, maupun Jerman,” ujar Domenech.

Hugo Lloris santer dikabarkan menjadi incaran Manchester United untuk mengantisipasi kepindahan David de Gea ke Real Madrid. Namun, hingga kini, belum tercapai kesepakatan transfer De Gea ke Real Madrid ataupun Lloris ke Manchester United.

David de Gea: Real Madrid? Aku Harus Kembali ke Man United

david-de-gea-yoooooo_20141215_014610

bolaini.com – David de Gea menanggapi dingin rumor kepindahannya dari Manchester United ke Real Madrid. De Gea mengaku akan melalui persiapan pramusim bersama MU, bukan Real Madrid.

De Gea menjadi salah satu target Real Madrid pada musim 2015-2016. Namun, pihak Real Madrid dan Manchester United belum mencapai kesepakatan mengenai harga jual De Gea.

Pemain didikan akademi Atletico Madrid sempat berada di Madrid sejak akhir pekan lalu. Namun, De Gea mengaku hanya berlibur di Madrid, yang memang merupakan tempat keluarga besarnya berada.

“Real Madrid? Aku harus kembali ke Manchester United untuk persiapan pramusim,” kata De Gea kepada stasiun televisi, Cuatro.

De Gea lantas menolak memberikan jawaban lebih lanjut mengenai masa depan kariernya. De Gea masih tetap santai menanggapi berbagai rumor yang menghampiri pada musim panas ini.

Mario Goetze Tak Akan Pergi Meski Kecewa Pada Pep Guardiola

mario-goetze-dan-marc-andre-ter-stegen_20150706_100255

bolaini.com – Mario Goetze menunjukkan kekecewaan terhadap putusan pelatih Pep Guardiola pada musim 2014-15. Dia kecewa lantaran Guardiola tak menjadikannya pilihan utama saat Arjen Robben maupun Franck Ribery absen.

Salah satu contoh nyata terjadi pada semifinal Liga Champions melawan Barcelona. Goetze menjadi cadangan dan hanya tampil total 14 menit dalam dua laga di Allianz Arena maupun Camp Nou.

“Wajar apabila Goetze merasa kecewa. Sebagai seorang pemain, tentu dia sempat berpikir kenapa dirinya tak menjadi pilihan utama,” tutur agen Goetze, Volker Struth kepada Bild.

“Alasan Goetze pindah ke Bayern adalah bermain dalam sejumlah laga penting dan meraih banyak gelar,” kata Struth menambahkan.

Kendati kecewa, Goetze mengaku takkan memilih untuk pergi dari Bayern. Kehadiran Douglas Costa sekalipun tak membuat mantan pemain Borussia Dortmund itu berpikir untuk pergi.

“Goetze tidak berpikir untuk pergi pada bursa transfer musim panas. Dia seorang pesepak bola profesional yang selalu bekerja keras,” ucap Struth.

“Tak boleh dilupakan, Goetze masih berusia 23 tahun. Dia juga bermain 50 pertandingan pada setiap musimnya dan memenangi 4 trofi,” ujar sang agen.

Struth pun berkeyakinan, ketika sudah merasa nyaman, Goetze akan menunjukkan potensi terbaiknya dan bukan tak mungkin pantas disejajarkan sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.

Lupakan Chelsea, Cech!

petr-cech-pedokkk_20150501_163525

bolaini.com – Sebuah nasihat penting diberikan mantan kiper Arsenal, Jens Lehmann, kepada Petr Cech. Agar bisa sukses di Arsenal, Cech diminta Lehmann melupakan cinta lamanya, Chelsea.

Petr Cech bergabung ke Arsenal pada musim panas tahun ini setelah 11 tahun mengabdi untuk The Blues. Meski sempat menolak, Manajer Chelsea Jose Mourinho akhirnya merelakan Cech pindah ke klub rival.

“Tak mudah bagi Cech untuk langsung pindah dari Chelsea, klub tempat dirinya menghabiskan karier dengan berhiaskan gelar juara, ke klub rival sekota,” kata Lehmann kepada The Sun.

“Dia harus bisa melupakan rasa cinta yang ada sebelum bisa memilikinya lagi di klub baru,” tutur mantan kiper tim nasional Jerman itu.

Di mata Lehmann, Cech telah menunjukkan antusiasme dan komitmen tinggi ketika membela Chelsea. Namun sebagai seorang profesional, Cech harus menunjukkan antuasiasme dan komitmen serupa ketika berganti kostum demi mengantarkan Arsenal meraih prestasi.

“Hal itu memang tak mudah secara psikologis. Butuh beberapa pekan bahkan bulan untuk menyesuaikan,” ujar Lehmann.

Kendati Cech butuh waktu adaptasi, Lehmann meyakini Arsenal akan kembali bisa bersaing dengan klub teras Premier League lain dalam perburuan gelar juara.

“Keberadaan sosok seperti Cech dan Per Mertesacker sebagai kapten, Arsenal akan bisa mengembalikan mentalitas dan sikap pemenang,” ucap Lehmann lagi.

Lehmann merupakan sosok yang berjasa mengantarkan The Gunners menjuarai Premier League tanpa terkalahkan pada 2003-04. Sejak saat itu, Arsenal tak pernah lagi memuncaki klasemen akhir Premier League.

Timnas Inggris Sabet Juara Tiga Piala Dunia Wanita

fara-williams-timnas-putri-inggris_20150705_080940

bolaini.com – Inggris berhasil menjadi juara ketiga Piala Dunia Wanita setelah mengalahkan Jerman 1-0 di Commonwealth Stadium Edmonton, Sabtu (4/7/2015).

Gok kemenangan Inggris dicetak oleh Fara Williams melalui titik penalti. Gol Williams tercipta pada babak tambahan.

Inggris mendapatkan hadiah penalti setelah pemain Jerman Tabea Kemm menjatuhkan Lianne Sanderson di kotak penalti. Williams yang dipercaya berhasil membawa Inggris unggul.

Inggris dan Jerman bermain hingga babak tambahan setelah pada babak normal bermain seri 0-0.

Laura Basset yang menjadi biang keladi kekalahan Inggris pada semifinal melawan Jepang diturunkan pada pertandingan ini.

Kemenangan ini mengantarkan Inggris untuk pertama kalinya menggondol gelar juara ketiga Piala Dunia Wanita.

Chile: Harusnya Kami Menang dalam 90 Menit

chile-argentina-adu-penalti_20150705_071715

bolaini.com – Pelatih Chile, Jorge Sampaoli, gembira atas keberhasilan mengantarkan timnya menjuarai Copa America 2015 dengan mengalahkan Argentina via adu penalti.

Namun, Sampaoli menilai Chile harusnya sudah bisa menjadi juara dalam 90 menit pertandingan.

“Ini merupakan pertandingan luar biasa bagi Chile. Kami harusnya bisa memenangi pertandingan dalam 90 menit pertandingan,” ujar Sampaoli seusai pertandingan kepada La Tercera.

Ucapan Sampaoli tidak mengada-ada. Chile tampil dominan pada laga tersebut. Selama 120 menit pertandingan termasuk perpanjangan waktu, Alexis Sanchez dkk melepaskam 18 tembakan. Bandingkan dengan Argentina yang cuma punya 8 peluang.

“Kami (tim pelatih) harus berterima kasih kepada para pemain yang membuat saya bisa merasakan kegembiraan ini,” tutur pelatih asal Argentina itu.

“Kegembiraan ini untuk penonton di stadion dan mereka yang sudah menantikan (gelar ini) sejak lama,” ucap dia. “Saya selalu mengingat Stadion Nasional ini sebagai tempat saya merasakan kegembiraan luar biasa”

Gelar juara Copa America kali ini juga mengakhiri penantian Chile. Sebagai salah satu kekuatan tradisional di Amerika Selatan, setelah Argentina, Brasil, dan Uruguay, baru kali ini La Roja menjadi yang terbaik.

Kemenangan kali ini juga membalas dendam kekalahan 60 tahun lalu. Pada Piala Dunia 1955, Chile gagal menjadi yang terbaik di Stadion Nasional lantaran kalah 0-1 dari Argentina.

1 2 3 55